logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Juni 2007 PANTURA
Line

Hasil Ujian SMA Diumumkan Hari Ini

  • Diimbau Tidak Arak-arakan Motor

BREBES - Kamis hari ini (14/6), hasil ujian SMA/SMK dan MA di Kabupaten Brebes akan diumumkan serentak di sekolah-sekolah. Pengumuman ini maju dua hari, karena semula dijadwalkan Sabtu (16/6). Sementara itu, Polres Pekalongan lewat Kasatlantas AKP I Wayan Sono mengimbau pada para pelajar yang menyambut kelulusan, agar tidak melakukan arak-arakan di jalan raya, karena bisa mengganggu lalulintas dan berpotensi kecelakaan.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Drs H Sri Lahir MPd, kemarin pukul 17.00 mengundang seluruh kepala sekolah (SMA/SMK/MA) se-Kabupaten Brebes, di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Brebes, guna menerima hasil pengumuman ujian anak didiknya.

''Majunya hari pengumuman berlaku merata di seluruh Jateng. Namun ada beberapa kota/kabupaten yang tetap berpegang pada tanggal, 16 Juni 2007,'' paparnya, kemarin.

Menurut Sri Lahir, dia memperoleh informasi hasil pengumuman dari Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) yang menyampaikan lewat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Brebes. Karena, hingga kemarin sekolah sudah telanjur memberikan pengumuman kepada orang tua siswa bahwa hasil ujian akan diumumkan Sabtu (16/6), dan pihaknya perlu meluruskan.

''Informasi ini anggap saja sebagai undangan para orang tua murid. Hari ini hasil ujian sudah bisa dilihat di sekolah masing-masing,'' pintanya.

Di Pekalongan

Sementara itu, meski hari kelulusan belum diumumkan secra pasti, mengantisipasi pesta menyambut ''pesta pora'' pelajar yang lulus, Kasatlantas Polresta Pekalongan, AKP I Wayan Sono mengimbau, agar mereka tidak melakukan arak-arakan di jalan raya.

Menurut dia, kegiatan itu dapat membahayakan keselamatan pengendara lainnya maupun dirinya sendiri. ''Apalagi jika sampai ke jalan raya, hal itu berbahaya sekali,'' tandas dia.

Dia menjelaskan, jalan raya di Kota Pekalongan merupakan salah satu jalur utama di wilayah Pantura. Setiap hari, lalu lintas di jalan tersebut selalu ramai dan dipadati kendaraan besar, seperti bus, truk gandeng dan trailer. Seandainya mereka nekat arak-arakan atau konvoi di jalan raya, dikhawatirkan bisa mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan keselamatan para siswa.

Untuk itu, tandasnya, setelah pengumuman kelulusan dan ternyata masih terlihat ada siswa melakukan kegiatan itu, pihaknya akan melakukan tindakan tegas. Namun dia enggan menyebutkan tindakan tegas apa yang akan diberikan kepada para siswa tersebut.

''Pokoknya kami minta agar tidak ada konvoi sepeda motor di jalan raya,'' tegas dia.

Dikatakan, imbauan tersebut agar ditaati perlu dukungan guru di sekolahnya masing-masing. Kalau bisa, mereka mengumpulkan siswa kelas tiga dan memberikan pengarahan serta pengertian mengenai aksi arak-arakan di jalan raya.(H4-17)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA