logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Juni 2007 PANTURA
Line

Lumut di Tambak Tidak Tumbuh

Peternak Bandeng Kesulitan Pakan

TEGAL- Pemilik dan petani tambak di Kelurahan/Kecamatan Margadana, Kota Tegal kini mengeluh kesulitan mencari pakan bandeng berupa lumut. Akibatnya, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli bekatul sebagai makanan pengganti lumut.

Sarji (45), salah seorang petani tambak mengatakan, kini setiap hari selalu mencari bekatul untuk pakan bandeng.

Saat ini harga bekatul Rp 600 per kilogram. Biasanya dua hektare tambak membutuhkan sekitar 50 kilogram bekatul.

"Lima puluh kilogram untuk tiga hari saja sudah habis. Ini saya lakukan karena lumut tidak bisa tumbuh di lahan tambak," ujarnya.

Suharjo (52), peternak bandeng lainnya mengatakan, ketiadaan lumut di tambak karena proses pengeringan tidak dapat dilakukan. Lumut akan tumbuh, manakala tambak dikeringkan terlebih dahulu.

"Saya terpaksa cari lumut dari sawah yang tergenang air. Kalau hanya mengandalkan makan bekatul bisa rugi," katanya.

Menurut dia, untuk merangsang pertumbuhan lumut, tambak harus dikeringkan selama kurang lebih satu minggu.

Saat ini tambak tidak bisa kering akibat rob. Air laut terus menerus masuk ke dalam tambak.

"Tambak tidak pernah kering. Sekarang malah banyak sawah yang akan dijadikan tambak, karena selalu tergenang air," ujarnya.

Setengah Meter

Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Kota Tegal Agus Hadi Utomo mengatakan, fenomena tambak yang tidak pernah kering tersebut diakibatkan rob.

"Pada siang hingga sore hari, air akan naik ke daratan hingga setengah meter," ujarnya.

Tingginya permukaan air laut dibandingkan air sungai saat ini juga menjadi penyebab air laut terus masuk ke tambak. Menurutnya, hal itu diakibatkan pemanasan global.

"Akibat pemanasan global, banyak gunung es di kutub utara mencair. Akibatnya, permukaan air laut semakin naik, " katanya. (J15-65)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA