| Kamis, 14 Juni 2007 | OLAHRAGA |
PSS Kalah 0-3 di KandangSLEMAN -Pelita Jaya di ambang lolos ke 16 besar Copa Dji Sam Soe, setelah kemarin berjaya di kandang lawan. Mereka menumbangkan PSS 3-0 (1-0) pada pertandingan leg pertama di Stadion Maguwoharjo, Depok, Kabupaten Sleman, kemarin. Ketiga gol itu masing-masing diciptakan Diawara menit 37, Yusmadi menit 57 dan Ardan Aras menit 70. Berat sekali peluang "Elang Jawa" untuk lolos. Bermain di kandang lawan, Purwakarta, pada 21 Juni paling tidak mereka harus menang dengan selisih minimal empat gol. Selama pertandingan berlangsung, tuan rumah tidak mampu mengembangkan permainan. Serangan yang dibangun dari bawah tidak mampu membongkar pertahanan tim tamu yang dikoordinasi dengan baik oleh Mifta Baubakar dan Agustiar Batubara. Sebaliknya permainan taktis anak-anak asuhan Fandi Ahmad membahayakan gawang PSS. Bahkan pada menit 37 lewat sundulan kepala pemain asing Diawara, gawang Andi Iswantoro bobol. Ketinggalan 0-1, Pelatih Rudy William Keeltjes menarik Gaston Castano, untuk memasukkan Fadjar Listiantara. Memasuki babak kedua Keeltjes menginstruksikan timnya untuk berani bermain terbuka. Perubahan taktik itu dibaca Fandi, dengan menarik keluar Diawara dan Egi Melgiansyah. Masuk Riski Noviansyah dan Emran Hadi. Tambah Gol Keputusan pelatih asal Singapura ini tepat. Terbukti pasukannya berhasil menambah gol. Serangan yang dibangun menghasilkan tendangan bebas yang tidak disia-siakan Yusmadi pada menit ke-57. Gol itu direspons Keeltjes dengan menarik keluar Andi Iswantoro. Masuk Galih Sudaryono, kiper PSSI U-23 yang baru bergabung dengan PSS. Malah pada menit 70 lewat serangan balik yang dilakukan Christian Lopez, Pelita memperbesar kemenangan. Lopez yang lolos dari jebakan offside berhasil masuk ke daerah pertahanan untuk kemudian memberikan bola kepada Ardan Aras yang lalu diteruskan menjadi gol. Kekalahan itu mengecewakan kelompok suporter. Mereka mengungkapkannya dengan membakar bendera Slemania. Wasit Yandri mengeluarkan dua kartu kuning, yang diberikan kepada Dedi Sutrisno dan Roby Urip Istiaji, keduanya personel PSS Sleman. "Sayang anak-anak tidak berani bermain lebih terbuka. Kekalahan ini akan kami jadikan bahan evaluasi dalam menghadapi kompetisi," kata Keeltjes usai pertandingan. Sedangkan Fandi mengaku bangga terhadap para pemainnya, yang disebutnya tampil konsisten dan disiplin dalam menjaga ritme. Karenanya serangan-serangan tuan rumah berhasil dipatahkan. "Ini hasil yang bagus, dan kami senang dengan penampilan anak-anak," tutur mantan pemain anggota Liga Belanda FC Groningen itu. (sgt-22) |