| Kamis, 14 Juni 2007 | WACANA |
Surat PembacaPrihatinkan Sinetron AnakSiang hari hari Minggu, saya sekeluarga nonton serial sinetron anak di reve. Salah satu adegan terlihat dua anak bau kencur berlainan jenis berbincang-bincang sambil tiduran telentang. Anak lelaki berbantalkan dua tangan bersilang di bawah kepala, sementara yang perempuan dengan manja tiduran di sampingnya berbantalkan lengan si lelaki. Istri saya langsung mematikan TV dan mengatakan saru. Sungguh di luar dugaan, anak perempuan kami yang baru belajar di TK juga berkomentar: "Tidak Bu, itu kan teman bukan pacar". Pola pikir anak saya telah teracuni oleh tayangan sinetron. Kalau diperhatikan tayangan sinetron, sebagian besar bertemakan cinta, penuh adegan trik perebutan lawan jenis untuk dijadikan pacar, saling fitnah, bertaburan kata-kata kotor, keras, mengumpat dan kasar. Hanya sedikit sekali yang menggambarkan perjuangan meraih kesuksesan dengan giat belajar dan bertata krama baik. Kalau pun ada yang menggambarkan cerita anak sekolah, hanya sebagai latar belakang sepintas belaka. Adegannya jauh dari tata krama sekolah, misal pakaian seragam acak-acakan, baju atas tidak dimasukkan celana, jauh dari citra anak sekolah yang disiplin. Termasuk juga yang katanya sinetron anak.Anak-anak SD/SLTP dicekoki tema seperti orang dewasa, bagaimana cara menggaet pacar, menjatuhkan sesama teman hanya karena gadis, lomba membuat surat cinta, melawan dan membentak orang tua karena dianggap menghalangi anak menjalin hubungan dengan lawan jenis. Juga melecehkan guru sebagai pendidik yang dapat dipermainkan sesuka mereka dan perilaku lain yang jauh dari adat dan kesopanan orang timur. Belum lagi sinteron yag berlabel religius, saat menggambarkan kemaksiatan justru secara vulgar. Seorang (maaf) pelacur digambarkan cara berpakaiannya yang seronok, berpelukan lawan jenis di depan umum, menendang orang tua, minum minuman keras. Saya merinding, prihatin dan khawatir, mau dibawa ke mana anak-anak di masa depan kalau sejak awal sudah diajarkan perilaku yang tidak benar. Saya merasa kewalahan mengawasi anak untuk tidak menonton tayangan semacam itu karena hampir semua stasiun teve menyiarkan hal sama. Mohon kepada pihak yang berwenang menegur stasiun teve, produser dan sutradara agar menghentikan atau paling tidak menata ulang sinetron semacam itu. Saua mendambakan tayangan semacam Rumah Masa Depan atau ACI (Aku Cinta Indonesia). Roziqun SAg Kunden RT 2/RW 6 Wirosari, Grobogan Perawat Perawat adalah profesi yang memiliki misi mulia dan dedikasi tinggi. Dia yang lelap tertidur begitu mudah dibangunkan orang yang sedang kesakitan pada pukul 02.00. Hampir 99% perawat hidup dalam kesederhanaan di tengah masyarakat yang sederhana. Atau kemampuan perawat untuk hidup seperti mitra profesinya tidak pernah terjangkau? Gaji perawat di bawah buruh bangunan yang mendapat upah Rp 40 ribu/hari. Tapi jiwanya tetap bersemangat mengabdi kepada masyarakat. SIPP yang dimiliki tak laku jual di bank konvensional. Apalagi ketika berupaya malakukan praktik mandiri dengan jasa keperawatan yang tidak jelas pangsa pasarnya. Perawat begitu bersahaja berpakaian putih sebagai ciri khas yang tak pernah resmi. Apakah profesi ini akan terangkat jika jas putih menjadi simbol resmi bagi profesi ini? Lalu bagaimana profesi ini tetap menjadi kebanggan. Adanya Permenkes atau UU kesehatan membuat perawat gelisah yang bisa mengganggu pola tidurnya. Mereka ketakutan dengan hukum yang tengah digencarkan. Tapi di sisi lain takut dibenci tetangga, mayarakat yang tidak tahu tentang UU yang tengah ditegakkan. Siapa yang diuntungkan dengan adanya permenkes atau UU ini ? Masyarakat, dokter, farmasi, perawat atau kalangan dukun. Tentu peraturan dibuat untuk menjadikan semua lebih baik, profesional, proporsional. Apakah nilai kemanusian hanya berlaku ketika musibah datang dan perawat perlu menunggu terjadinya bencana untuk melakukan penyelesaian masalah sakit. Atau perlu eksodus ke wilayah terpencil untuk dapat memberi pengobatan. Apa pembuat kebijakan lupa atau buta dengan kondisi sosial, budaya, ekonomi, geografi Republik ini. Atau hukum tengah berusaha memenjarakan pelaku pelaku kemanusian atau justru kemanusian sudah tidak lagi diperlukan dan lebih mengutamakan profesionalisme. Sangat beralasan bila terjadi apatisme profesi karena rasa takut akan ketatnya permenkes. Untuk menolong orang sakit berisiko menjalani sanksi hukum, lalu berapa ribu perawat akan menyentuh garis batas UU yang kemudian menjadikannya sebagai terdakwa... terpidana. Apa harapan untuk menjadikan Indonesia Sehat bukan cuma mimpi indah. Saya tunggu perawat jadi menteri. Semoga di tanah air tercinta ini departemen keperawatan segera berdiri dan peraway akan menjadi pemegang kebijakan. Sabana Nur Akhmad Munggu RT 1/RW 1 Petanahan, Kebumen Mohon Bantuan Buku Takmir Masjid Agung Baitussalam Purwokerto seksi Perpustakaan mengadakan "Bulan Wakaf Buku" untuk menambah koleksi Tafsir AIquran, Tafsir Hadits, Tafsir Fiqih dan majalah/bulletin/terbitan berkala atau lainnya. Perpustakaan ini masih terbatas baik dari jumlah maupun mutunya. Padahal potensi umat di sekitar masjid cukup besar, sehingga meski dengan keterbatasan. Namun ta'mir mencoba menyediakan sarana peningkatan pengetahuan dan wawasan umat melalui pustaka/bahan bacaan Islam. Mohon Bapak/Ibu/Saudara berkenan memberikan bantuan pustaka/buku/bacaan/kitab. Bantuan dikirim langsung ke Jl Masjid 1 Purwokerto Agus Parsito SE Sie Perpus Masjid Agung Baitussalam, Purwokerto *** Tayangan Film Mistik Jika di teve film hantu dan klenik menjadi jualan paling laris. di Malaysia lain lagi. Baru-baru ini, para cendekiawan muslim menyerukan agar kontrak pertunjukan yang menampilkan peran hantu, jin dan benda supranatural lainnya dihentikan/distop total. Alasannya tayangan seperti itu dapat memperlemah iman kaum muslim. Demikian dikatakan Abdul Shukor Husain, kepala Dewan Fatwa Nasional Malaysia. Bagaimana dengan n negara kita yang berpenduduk mayoritas muslim termasuk banyak pemimpinnya. Amar Makruf Purwogondo, Kalinyamat, Jepara *** Perubahan Sejak reformasi bergulir tahun 1998, bangsa ini mengalami perubahan begitu cepat. Entah di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya atau lainnya. Bergulirnya reformasi juga bersamaan dengan munculnya krisis ekonomi. Setiap perubahan memang selalu menimbulkan krisis dan orang akan bereaksi. Setiap perubahan sosial akan mengundang reaksi anggota masyarakat yang mengakibatkan timbulnya masalah sosial baru. Menurut saya, perubahan yang terjadi di negeri ini berjalan sangat cepat serta banyak menimbulkan krisis emosional dan stres mental masyarakat. Prof Dr Jalaluddin Rahmat mengatakan, orang atau masyarakat akan menolak perubahan bila muncul hal-hal sbb: Pertama, perubahan itu diduga/dipersepsi akan mengancam basic security. Kedua, perubahan tidak dipahami baik dan meliputi berbagai ketidakpastian. Ketiga, dirasakan ada paksaan kepada masyarakat. Keempat, dianggap bertabrakan dengan nilai atau norma yang lebih tinggi serta kelima, tidak sesuai dengan kalkulasi rasional atau cost-benefit ratio mereka. Sebaliknya kalau menurut kalkulasi perubahan itu cost-nya lebih banyak dari benefit-nya maka mereka dengan mudah menolak. Sering menimbulkan stres sosial adalah perubahan yang terlalu cepat atau terlalu lamban. Kalau terlalu lamban orang bosan hingga pada gilirannya gelisah. Walhasil, terlalu cepat terlalu lamban sama-sama tidak dikehendaki. Bisa diambil kesimpulan, tidak ada masyarakat atau negara yang statis dan tidak pernah berubah. Perubahan adalah hukum alam yang niscaya dan paling nyata. Saeful Bakhri Kebarongan RT 1/RW 10, Banyumas *** PSSI untuk PSSI PSSI bisa saja membentuk kesebelasan yang tangguh asal pemainnya dibekali dengan rumus PSSI sbb : P = power, yaitu tenaga yang diperoleh dari bahan makanan bergizi terutama zat protein hewani berupa daging untuk membentuk otot yang kuat sehingga tidak mudah cidera, Kebiasaan pemain barat, paling suka makan daging hingga bila berbenturan dengan pemain lawan, tidak mudah roboh. Kalau di Indonesia, pemain dari Papua paling unggul dalam masalah power, karena kebiasaan berburu hewan untuk disantap. Untuk pembentukan tulang yang kuat harus banyak minum susu. Menurut data, konsumsi susu penduduk masih tergolong rendah, baru 9 liter/kapita. Sedang penduduk Malasia sudah 27 liter/kapita apalagi orang barat 54 liter/kapita. S = stamina, dari latihan fisik yang cukup dan teratur, motivasi yang tinggi dan rasa percaya diri dapat membangkitkan daya tahan tubuh. S = speed, sering latihan lari cepat 50M/6 detik secara bertahap. I = intelegency, setiap pemain harus mem punyai kecerdasan di atas rata-rata sehingga mampu menyerap dan mengolah strategi permainan. Ini dapat dibantu dengan makan banyak ikan laut/tawar. Keempat unsur tersebut harus diberikan kepada pemain usia anak-anak secara terus-menerus sehingga kelak menginjak menjadi pemain senior sudah dapat diandalkan. Ali Farkhan Pabelan RT 1/RW 1, Kab Semarang *** Buana Elektronik Para pembaca yang ingin membeli peralatan elektronik seperti TV, kulkas, AC atau peralatan lainn agar berhati-hati terlebih membaca iklan "Buana Elektronik'' Jl Lamper Tengah Semarang. Pemiliknya selalu memakai celana panjang dan berjalan agak invalid saya nilai penipu dengan kedok sebagai grosir atau penjual barang elektronik. Sering dia membawakan berbagai makanan untuk calon konsumen yang akan menjadi mangsanya. Winarno Jl Wiroto IV/17, Semarang *** Kendal City Tour Kabupaten Kendal mempunyai berbagai objek wisata yang tak kalah menarik dibanding daerah lain. Sebut saja air terjun tiga tingkat tertinggi di Jateng yaitu Curugsewu Sukorejo, pemandian air panas Gonoharjo, pantai Sendang Sikucing dan kini sedang gencar dikembangkan adalah Curug Panglebur Gongso serta pantai Jomblom. Menilik potensi yang luar biasa itu ada baiknya kepala Dinas Pariwisata Drs H Agus Rifai MPd mengadakan paket wisata bertajuk Kendal City Tour. Tujuannya untuk memperkenalkan kepada masyarakat mengenai potensi wisata yang ada di wilayah ini serta menambah kecintaan terhadap aset daerahnya. Jika tak salah ingat dulu Diparta punya program serupa City Tour tapi untuk segmen pelajar. Lalu mengapa tidak dilanjutkan lagi, padahal jika segmennya lebih luas seperti tour untuk para pejabat dan pengusaha, tentu selain menambah pendapatan para pengelola, juga memberdayakan pemandu wisata. Tentu jika harus menunggu dibenahinya objek wisata dan diperbaikinya jalan Kabupaten Kendal yang amburadul, pasti membutuhkan bertahun tahun. Kini yang dibutuhkan adalah keberanian Kadinas Pariwisata yang didukung segenap aparat pemerintahan untuk rnemulai program Kendal City Tour. Aryo Widiyanto AMd Jl Sri Agung 234 Cepiring, Kendal *** Jateng Pasar Potensial Kartu Kredit Saya ingin berbagi pengalaman tentang operasional petugas kartu kredit yang kadang menjengkelkan bahkan kurang sesuai dengan budaya timur yang penuh kekeluargaan dan sopan santun. Saya pensiunan, yang sering didatangi petugas yang menawarkan kartu kredit tetapi selalu saya tolak. Tapi anehnya banyak rekan, famili atau keponakan yang ingin mendapat kartu tersebut, malah menunjuk saya untuk referensi. Suatu ketika saya ditelepon petugas salah satu bank terkemuka yang berlokasi di Simpanglima (bukan ABN Amro) minta referensi atas permohonan kartu kredit keponakan saya. Walau gaji merupakan rahasia pribadi namun saya tahu pasti berapa penghasilannya, sehingga saya menyarankan untuk tidak dilayani. Setahun kemudian ada telepon menanyakan keponakan saya itu dan saya katakan sudah tidak di sini serta saya tidak tahu persis alamatnya, karena rumah saya memang kerap dinunuti famili. Anehya penelepon tidak mau tahu dan mengancam segala. Meneleponnya juga tidak hanya sekali, waktunya saat orang tidur siang. Saya jelaskan pernah merekomendasi agar dia tidak diberi kartu kredit. Eh... bulan berikutnya malah datang debt collector Tapi setelah saya jelaskan semua, mereka memahami. Bahkan mengatakan, yang telepon sebelumnya bukan petugas bank tapi debt collctor. Kesimpulan, sebagian masyarakat membutuhkan kartu kredit sebagai produk melancarkan transaksi tetapi mekanisme pendaftaran dan penagihannya tidak sesuai dengan sistem nilai masyarakat apalagi konon bunganya lebih dari 36% setahun. Mohon pihak yang berwewenang mengkaji ulang eksistensi kartu kredit. Sekiranya tidak cocok apa perlu dihapus atau paling tidak mekanismenya perlu disesuaikan dengan budaya tuan rumah, karena setahu saya kartu kredit bukan produk asli bank nasional. Drs H Marno Gemah Jaya I/4, Semarang *** Prestasi yang Negatif Setelah korupsi Indonesia menduduki papan atas tingkat dunia, kini juga membuat prestasi lagi yaitu pornografi yang masuk urutan ketiga setelah Rusia dan Swedia. Ini menurut hasil survey Komite Indonesia untuk Pemberantasan Pornografi dan Pornoaksi (KIP3). Data yang dihimpun tiga tahun lalu masih 22.100 situs porno di internet dan sekarang meningkat sepuluh kali lipat. Dengan membanjirnya ponsel yang hampir dimiliki setiap orang, memang dari sisi positifnya dapat menunjang aktivitas. Tapi di sisi negatifnya, dapat meracuni akhlak. Anak-anak sekarang sudah pintar mengakses situs porno lewat ponsel dan jelas dampak negatifnya bisa memengaruhi perilaku mereka. Sebetulnya kalau pemerintah berniat melindungi anak-anak dari pengaruh negatif tersebut, bisa menangkalnya dengan membuat peraturan peredaran ponsel yang dikonsumsi orang dewasa dan anak-anak/remaja. Memang risikonya menjadi negara terbuka, segala macam sampah dunia bisa masuk. Tinggal bagaimana. filter yang ada di masyarakat. Mari tinggalkan hal negatif menuju ke prestasi positif. Ali Farkhan Pabelan RT 1/RW 1, Kab Semarang *** Minyak Goreng Namaku M Gore Terbuat dari kelapa Juga sawit jenis lainnya Virgin oil wanita memakainya Ntuk cantik bak dara Namaku M Gore Sahabat karib mendoan Badak juga sebagai teman Apalagi kentaki jalanan Untuk konsumsi hajatan Namaku M Gore Kini hargaku melambung tinggi Kerna banyak distribusi Juga jenis Malinda luar negeri Bakul gorengan gigit jari Namaku M Gore Klentik sisa gorengan Diusap ke kaki dengan pengharapan Disayang mertua dalam kehidupan Dirayapi semut jika kebanyakan Namaku M Gore Operasi pasar telah dilakukan Berbekal uang pas-pasan Minyak didapat dalam rebutan Cuma goreng tempe full perjuangan Agus Eko Santoso Pondok R Patah Blok K1/21, Demak |