logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Juni 2007 NASIONAL
Line

Pelaku Sudah Incar Korban

  • Pembunuhan Mertua Kabid Humas

SEMARANG- Penyidik yang menangani kasus pembunuhan H Nurkhasanah (72), mertua Kabid Humas Polda Jateng AKBP Drs Syahroni, menduga pelaku sudah lama mengincar rumah korban.

Dari hasil penyelidikan, pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih dari dua orang diduga mengetahui suasana rumah korban di Jl Tambra Dalam VII No 52 RT 6 RW 09, Kuningan, Semarang Utara.

"Sebab gerak-gerik korban saat membuka lemari bisa terlihat dari luar. Dan ini lama diamati pelaku. Karena itu pelaku tahu kapan waktu yang tepat untuk menjalankan aksinya," ungkap Wadireskrim Polda Jateng AKBP Zaenal Paliwang, Rabu (13/6).

Menurut dia, dari kondisi seperti itu pelaku mengetahui korban menyimpan sejumlah perhiasaan di dalam lemari. Selain gelang, cincin, kalung, dan sejumlah pehiasan milik korban hilang. Nilai perhiasan yang hilang dibawa kabur pelaku diperkirakan lebih dari Rp 10 juta.

Besar kemungkinan pelaku mengambilnya usai membunuh korban. Polisi juga tak mendapati sejumlah kerusakan di pintu maupun jendela yang ada di tempat kejadian. "Ini menandakan pelaku masuk saat pintu rumah korban dalam keadaan tidak terkunci," kata Zaenal Paliwang.

Sering Membantu

Wadireskrim menjelaskan, hampir setiap hari setelah shalat subuh, korban membuka pintu rumah untuk melayani orang yang mengambil air ledeng.

Nurkhasanah semasa hidupnya dikenal sebagai orang yang sering membantu siapa saja yang membutuhkan air ledeng. Itu diberikan secara cuma-cuma. "Saat itulah kemungkinan pelaku masuk dan membunuh korban."

Usai membunuh, pelaku dengan sengaja menaruh tubuh korban yang tertelungkup dibalik lemari. Itu dimaksudkan agar tubuh korban tidak kelihatan dari luar rumah.

Sebelum kabur, pelaku juga mengganjal pintu depan rumah dengan sebuah kursi. Harapannya, bila ada orang datang dan akan membuka pintu, kesannya pintu masih terkunci dari dalam.

Namun ada warga sudah curiga ketika mendapati lampu di rumah korban masih menyala meski sudah siang hari.

Padahal, tak biasanya saat korban di rumah membiarkan lampu rumah dalam keadaan menyala hingga siang hari.

Tapi warga tak ada yang masuk ke dalam rumah untuk memastikan keadaan rumah korban. Tetangga juga tak ada yang menyangka, jika korban saat itu telah dibunuh.

''Usai membunuh, pelaku keluar lewat langit-langit rumah yang terletak di ruang belakang,'' kata Wadireskrim. (H21,D12-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA