logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Juni 2007 NASIONAL
Line

SUROPADAN EXPO III 2007

SBY: Kita Tak Ingin Petani Tertinggal


SM/Juli Nugroho PETIK MELON:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ny Ani Yudhoyono memetik buah melon di acara pembukaan Soropadan Agro Expo (SAE) III di Soropadan, Temanggung, Rabu(13/6).(30)

TEMANGGUNG- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar petani menyadari dan memahami strategi pemasaran produk-produknya. Jika tidak memahami ini akan mengganggu keberhasilan proses produksi.

''Strategi pemasaran perlu mendapatkan perhatian serius, sehingga saya menyambut baik adanya SAE III 2007 ini,'' ujar SBY ketika membuka Soropadan Agro Expo (SAE) III tahun 2007 di Subterminal Agro (STA) Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Temanggung, Rabu (13/6).

Presiden hadir bersama ibu negara Ny Any Yudhoyono, didampingi oleh Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menteri Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi dan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng. Sedangkan Gubernur Mardiyanto bersama Wagub Ali Mufiz.

Pada bagian lain, Presiden mengatakan swasembada pangan yang merupakan salah satu tujuan pembangunan nasional di sektor pertanian, tidak sebatas untuk memenuhi kebutuhan pangan mandiri, namun harus diikuti peningkatan kesejahteraan, terutama para petani.

''Kita tidak ingin, pertaniannya maju tetapi petaninya tinggal di tempat,'' kata Presiden.

Menurut SBY, bangsa kita ingin membangun pertanian di negeri ini, baik untuk sektor pertanian maupun petaninya, sehingga kesejahteraannya bisa meningkat.

''Untuk itu, swasembada pangan juga harus diupayakan bersama, agar dapat meningkatkan hasil dan kualitas yang optimal. Dengan demikian, kita bisa bersaing dengan produk-produk serupa dari luar,''ungkapnya.

Revitalisasi Pertanian

Dua tahun lalu, kata SBY, pemerintah telah mencanangkan program revitalisasi pertanian perikanan, dan kelautan (RPPK), untuk memberdayakan kemampuan dan kinerja petani dalam pembangunan sektor pertanian.

Jadi, program itu bukan hanya sekadar kegiatan petani bercocok tanam, namun ditujukan pula untuk menyejahterakan rakyat.

Presiden meminta kepada Menteri Pertanian agar dapat melaksanakan pancayasa pembangunan pertanian. Yakni, pembangunan dan perbaikan infrastruktur pertanian, penguatan kelembagaan pertanian, penguatan modal dan skema pembiayaan, revitalisasi sistem penyuluhan pertanian, serta pengembangan pasar dan jaringan pemasaran bagi petani.

Seusai meresmikan pembukaan kegiataan SAE, yang dihadiri 24 duta besar negara sahabat tersebut, Presiden bersama Ibu Negara mengunjungi ladang pembibitan tanaman dan ternak di lokasi tersebut.

Selain itu, melakukan penanaman bibit kelengkeng dan penebaran benih ikan di kolam yang ada di sana.(H24-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA