| Kamis, 14 Juni 2007 | MURIA |
Gas Elpiji Langka, Harga Melonjak
REMBANG - Lima hari belakangan ini, gas elpiji mulai langka. Salamah, seorang agen di Jalan Dokter Soetomo, kemarin menyatakan kelangkaan itu sudah mulai terasa seminggu lalu. Dia menuturkan, hal yang sama juga terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Semarang. "Biasanya kami mendapatkan tak kurang 30 tabung per pengiriman. Setiap pengiriman lima hari sekali. Namun karena di SPBE juga agak sulit, saat ini kami hanya mendapatkan 18 tabung. Itu pun harus menunggu kira-kira lebih dari seminggu baru dikirim," ungkapnya. Dia menduga, hal tersebut karena akan adanya kebijakan kenaikan harga gas elpiji dari pemerintah. Akibatnya, SPBE mengurangi stok di agen untuk menghindari penimbunan. "Pada hemat saya, kalau memang mau dinaikkan, ya dinaikkan saja. Daripada harga tidak naik-naik dan gas elpiji malahan menjadi langka," katanya. Dia menyebutkan, kelangkaan itu membuat harga gas elpiji melonjak drastis. Harga lama Rp 51.500 - Rp 52.000 sedangkan kemarin sudah mencapai Rp 54.000 - Rp 55.000. "Kalau menjual di bawah harga Rp 54.000, kami bisa rugi. Sebab, dari distributor sudah memberi harga yang tinggi," ucapnya. Minyak Tanah Kelangkaan gas elpiji disertai harganya yang melonjak membuat para pemilik rumah makan mulai memutar otak untuk menggunakan bahan bakar alternatif. Di rumah makam Hien misalnya, pemilik terpaksa menggantinya dengan tungku arang dan sedikit minyak tanah. "Dengan cara ini kami bisa menghemat tak kurang dari 30% ongkos pengeluaran untuk membeli gas. Kalau tetap dipaksakan pakai gas elpiji, kami malah mengalami penurunan pendapatan," ujar Hien. Di warung lingkungan gedung Pemkab juga mulai menerapkan pengurangan pemakaian gas elpiji dengan minyak tanah ataupun arang. Muhartinah, pemilik warung di lingkungan gedung Pemkab, menanfaatkan minyak tanah karena tidak kebagian pasokan gas dari agen. Dia mengatakan, sudah seminggu ini kehabisan gas. "Akan tetapi, minta dari agen juga tidak dikirim. Katanya sedang tidak ada barang." Dia menyebutkan, kelangkaan dan kenaikan harga gas juga membuat harga minyak tanah mulai naik. Untuk partai besar Rp 50 - Rp 100 per liter. Namun untuk pembelian eceran hingga Rp 200. "Rata-rata saat ini harga minyak tanah Rp 2.700 - Rp 2.800 per liter. Biasanya hanya Rp 2.600," ungkapnya. (H19-69) |