logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Juni 2007 MURIA
Line

Nelayan Belum Berani Melaut Pascagelombang Pasang

REMBANG - Walaupun sejak beberapa hari terakhir ini gelombang pasang di perairan pantai Rembang sudah berangsur-angsur reda, sebagian nelayan belum berani melaut dan tetap tinggal di rumah. Mereka masih menunggu kondisi laut betul-betul bersahabat.

Para nelayan yang tidak melaut umumnya mengisi waktu luang dengan memperbaiki perahu yang rusak akibat diterjang gelombang, pekan lalu. Ada pula yang memperbaiki jaring atau mengecat perahu.

"Sekarang ombaknya sudah mereda tetapi belum mencapai titik normal. Karena itu, masih banyak nelayan yang enggan melaut," ucap nelayan asal Kragan, Suparlan (47).

Memang jika dibandingkan dengan pekan lalu, gelombang kemarin relatif lebih kecil. Meski demikian, sebagian nelayan tetap tidak berani melaut. Mungkin mereka masih trauma dengan kejadian beberapa waktu lalu saat gelombang laut mengganas hingga merambah ke daratan dan merobohkan sejumlah rumah di bibir pantai.

Lebih lagi, pada pascagelombang pasang muncul isu yang sangat meresahkan masyarakat pinggir pantai. Rumor yang belum diketahui sumbernya itu menyebutkan, akan terjadinya gelombang tsunami di Laut Jawa.

Jangkauan Dibatasi

Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rembang H Kasnadi SSos membenarkan masih adanya nelayan yang belum berani melaut. Namun, sebagian lainnya sudah bekerja seperti biasa walau daerah jangkauan melautnya dibatasi.

Kepala Dinas Perikanan Ir Wartino juga mengiyakan adanya nelayan yang tetap belum berani mencari ikan di laut. Hal itu sangat memengaruhi produksi ikan di daerahnya.

Dia menyebutkan, pada Januari-Mei 2006 produksi ikan di daerahnya 13.936.706 kg. Pada periode sama 2007, produksinya menurun menjadi 10.446.617 kg.

Khusus Mei 2006, produksi ikan di daerahnya 2.510.550 kg. Namun pada bulan yang sama 2007, produksi ikan menurun menjadi 1.267.993 kg.

"Penurunan produksi itu akibat pengaruh gelombang pasang akhir-akhir ini," ujar Wartono.

Soal jumlah nelayan, pejabat itu menyebutkan lebih kurang 17.000 orang. Mereka tinggal di daerah pesisir, tepatnya di Kecamatan Kaliori, Rembang, Lasem, Sluke, Kragan, dan Sarang.

Dia mengemukakan, selain gangguan alam, masih ada hal lain yang bisa menghambat produksi ikan, yaitu keterbatasan peralatan melaut para nelayan baik itu menyangkut perahu yang kurang memenuhi syarat maupun jaring.

"Sebagian besar nelayan di Rembang berstatus tradisional. Perlengkapan melaut mereka pun masih sangat terbatas," tambahnya. (jl-69)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA