| Kamis, 14 Juni 2007 | SEMARANG |
''Jangan Telat Angkat, Supaya Tak Jadi Bakal Anak''
SALATIGA- Suasana gayeng berlangsung sebelum digelar pemasangan alat kontrasepsi gratis untuk ibu-ibu dalam rangka kegiatan Bulan Bakti KB menyambut HUT Ke-61 Bhayangkara di Puskesmas Rawat Inap Cebongan Kecamatan Argomulyo, Rabu (13/6) pagi. Bagaimana tidak, Kapolres Salatiga AKBP Rahardjo SH memberikan wejangan, agar pelaksanaan KB alami dapat berjalan lancar perlu ada kuncinya. ''Kuncinya sederhana saja, agar KB mandiri secara alami dapat sukses. Pokoknya jangan sampai telat angkat, intinya hanya itu saja,'' kata Rahardjo disambut tawa tamu undangan dan ibu-ibu peserta pemasangan alat kontrasepsi gratis. Kapolres yang bicara blak-blakan sambil melucu itu mengungkapkan, kalau telat mengangkat tentunya terjadi pertemuan antara sel bapak dan sel ibu, sehingga menjadi bakal anak. ''Ya itu, kalau telat mengangkat, ya jadi anak. Makanya jangan sampai telat donk,'' paparnya kembali disambut tawa. Sebenarnya, inti dari apa yang disampaikan Kapolres itu maknanya cukup luas. Menurutnya segala sesuatu itu tergantung niat dalam diri orang. Kalau memang berniat membatasi jumlah anak, bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya menggungkan alat kontrasepsi, atau cara alami jangan telat mengangat tadi. Sementara dalam rangka Bulan Bakti KB menyambut HUT Ke-61 Bhayangkara, dibuka pelayanan pemasangan alat kontrasepsi secara gratis di Kecamatan Cebongan. Kegiatan itu bekerja sama dengan Dinas Kesejah-teraan Sosial dan Keluarga Berencana (Dinkesos KB) serta Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga. Pelaksanaan Bulan Bakti KB Bhayangkara berlangsung selama sebulan. ''Warga yang datang memasang alat kontrasepsi akan dilayani,'' kata Kepala Puskesmas Rawat Inap Cebongan dokter Farida. (H2-16) |