| Kamis, 14 Juni 2007 | SEMARANG |
Ungkap Penipuan Pekerjaan, Satreskrim Bentuk TimKENDAL- Aparat Satreskrim Polres Kendal, kemarin membentuk tim guna mengungkap kasus penipuan dengan modus menjanjikan pekerjaan sebagai pegawai tidak tetap (PTT) di lingkungan Pemkab Kendal. Tim penyidik langsung diturunkan ke lapangan, untuk mencari korban penipuan. ''Langkah awal yang kami lakukan adalah mencari korban penipuan, untuk diminta keterangannya. Setelah data-data berhasil dikumpulkan, secepatnya kami akan memburu serta menangkap pelakunya,'' tandas Kapolres AKBP Tjahyono Prawoto SH melalui Kasatreskrim AKP Ronald Ardiyanto, kemarin. Dia menambahkan, upaya pengungkapan kasus penipuan tenaga kerja itu, merupakan tindak lanjut pengaduan dari Pemkab Kendal. Surat pengaduan yang ditanda-tangani Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Drs Margono tersebut, diterima pihaknya Rabu (13/6) pagi. ''Dari sejumlah korban penipuan, hanya dua orang di antaranya yang memiliki alamat jelas, yang salah-satunya diketahui adalah warga Kaliwungu, Kendal. Korban lainnya berasal dari luar daerah, seperti Demak, Pati serta Semarang,'' kata Ronald. Pengantar Palsu Seperti diberitakan, sedikitnya enam orang menjadi korban penipuan dengan dijanjikan akan mendapat pekerjaan sebagai PTT Pemkab Kendal. Belakangan diketahui, mereka mengantongi surat pengantar tugas palsu. Penipuan itu terungkap, saat para korban itu mendatangi sejumlah satuan kerja perangkat desa (SKPD) sesuai perintah di surat pengantar palsu. Beberapa dari korban tersebut, ada yang datang ke kantor yang dituju dengan mengenakan seragam kerja PNS, lengkap dengan sejumlah atributnya. Salah seorang korban yang mengetahui dirinya menjadi korban penipuan, setelah datang ke DPU Pemkab, tidak kuasa menahan emosinya dengan menyobek-nyobek surat pengantar kerja palsu itu. Menurut keterangan, untuk menjadi PTT tersebut korban telah terlanjur mengeluarkan uang ''pelicin'' berkisar Rp 20 juta - Rp 25 juta/orang kepada oknum tidak bertanggung-jawab. ''Apakah korban telah membayar uang pelicin guna menjadi PTT, kami belum bisa memastikan. Kami harus melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari korban,'' papar Ronald. Sejauh ini, imbuh dia, pihaknya juga belum mengetahui siapa pelaku penipuan tenaga kerja tersebut. ''Tunggu hasil penyelidikannya, kami optimistis kasus ini dapat segera terungkap.'' (G15-16) |