| Kamis, 14 Juni 2007 | SEMARANG |
Penderita Leptospirosis Bertambah
DEMAK - Jumlah penderita penyakit leptospirosis atau penyakit kencing tikus di Demak bertambah dua orang. Dengan demikian sampai pertengahan tahun 2007 ini, terdapat 14 kasus leptospirosis. Angka tersebut tergolong tinggi, karena pada tahun 2006 jumlah penderita hanya delapan orang dan tahun 2005 sebanyak 11 orang. Kedua penderita yang masih dirawat di RSU Sunan Kalijaga itu adalah Suwadi (63) warga Dempet dan Suciati (55) warga Suradadi Kecamatan Sayung. Mereka masih mendapat perawatan intensif dari rumah sakit tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dokter H Budi Suprijatno M Kes yang didampingi Kasi Pemberantasan penyakit Menular (P2M) Sri Hartanto SKM menuturkan, tahun ini terjadi peningkatan jumlah penderita leptospirosis. Prosentase peningkatannya mencapai 50 persen lebih. Kendati jumlahnya naik, semua penderita dapat disembuhkan karena mereka mendapat pertolongan medis ketika kondisinya belum parah. Pada tahun-tahun sebelumnya, ada sejumlah pasien yang tak tertolong, lantaran masuk ke rumah sakit ketika kondisi sudah parah. Penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri Leptospira yang memiliki banyak spesies. Biasanya penularan melalui kotoran tikus, termasuk kencing tikus. Dugaan sementara, penderita di Demak terkena penyakit itu dari kencing tikus karena penderitanya berprofesi sebagai petani. Oleh karenanya, ia mengimbau kepada petani dan masyarakat luas untuk lebih hati-hati dan menjaga kebersihan lingkungan. Jika bekerja ke sawah, disarankan memakai sepatu panjang serta kaos tangan. ''Yang perlu diingat, jangan membuang tikus disembarang tempat. Karena ada sejumlah petani membuang tikus yang telah mati di jalan-jalan sawah. Padahal jalan itu tempat yang biasa mereka lewati,'' katanya. Apabila telah membunuh tikus, lebih baik dikubur sehingga tidak berpotensi menularkan penyakit. Sementara Humas RSU Sunan Kalijaga, Sukarjo SKM menjelaskan, penularan leptospirosis ke manusia terjadi kontak pada bagian yang terluka dengan hewan penderita. Bisa juga kontak melalui selaput lendir, baik mata, mulut maupun hidung. Ciri-ciri sederhananya, penderita merasa demam dan mata terlihat memerah. (H1-16) |