logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Juni 2007 SEMARANG
Line

Talut Jalan Pawiyatan Luhur Diperbaiki

  • Setelah Enam Bulan Terbengkalai

SEMARANG- Talut penahan tebing di tepi Jalan Pawiyatan Luhur, Kaligarang, Selasa (12/6), mulai diperbaiki. Talut sepanjang lebih kurang 98 meter yang berada di jembatan besi Kaligarang itu, mulai ambrol sejak Desember 2006 lalu.

Berdasarkan pantauan, tiga pekerja tengah mengeruk tanah sedalam satu meter untuk fondasi. Sebelumnya, pekan lalu beberapa pekerja telah membersihkan fondasi semen yang ambruk. Padahal, bangunan penahan tebing itu baru seminggu selesai dikerjakan.

Kasubdin Prasarana Jalan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Ir Nugroho Joko Purwanto MT menjelaskan, proses perbaikan baru dimulai, karena menunggu musim kemarau.

Sebetulnya kontraktor pelaksana sudah menyatakan kesediaan memperbaiki sejak talut itu ambrol akibat banjir 25 Desember lalu. Sebab, proyek tersebut memang masih dalam masa pemeliharaan.

''Penyebab ambrolnya talut Pawiyatan Luhur, karena semen yang menyatukan bebatuan belum kering, kemudian terkikis hujan dan banjir. Karena itu, sekarang pengerjaannya menghindari musim hujan,'' kata Nugroho.

Dia menjelaskan, bentuk konstruksi perbaikan dan pembangunan talut tidak ada perubahan bila dibandingkan dengan sebelumnya. Talut yang rusak tersebut sepanjang 40 meter dengan ketinggian lebih kurang enam meter.

Akhir Juni

Nugroho mengharapkan proses perbaikan dan pembangunan akan selesai akhir Juni ini. ''Bila kondisi cuaca seperti yang diharapkan, yakni tidak turun hujan, proses pengerjaan akan selesai akhir bulan ini,'' jelas dia.

Saat ini pengerjaan talut baru dalam tahap pengerukan fondasi. Selanjutnya akan diteruskan dengan pemasangan batu dan beton ring.

Seperti diberitakan, kondisi Jalan Pawiyatan Luhur mulai retak-retak akibat talut penahan tebing di Kaligarang ambrol, 25 Desember 2006.

Lurah Bendandhuwur Y Basuki mengatakan, warga sekitar lokasi banyak mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Pasalnya, rutinitas kendaraan di jalan itu tergolong padat.

''Jalan ini satu-satunya alternatif menuju Gunungpati atau Sampangan. Aktivitasnya sangat padat. Kalau tebing tidak diperkuat dengan talut, lama-lama bisa ambrol,'' katanya. (apr,H9-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA