logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Juni 2007 SEMARANG
Line

Feng Shui, Tak Sepenuhnya Klenik

SESUATU yang diluar logika bisa diartikan sebagai klenik atau mistis. Begitu juga anggapan tentang feng shui. Bagi sebagian masyarakat, feng shui dianggap terlalu mengemukakan hal-hal mistis, terkesan klenik dan menyeramkan.

Karenanya topik mengenai hal itu sering dihindari. Menurut guru besar Undip Prof Dr Totok Rusmanto, feng shui bukan sepenuhnya klenik, tetapi hanya sebagian. Mengapa?

"Karena sejumlah aturan yang ada di dalamnya masih bisa di logika,'' kata dia dalam talk show Kelogisan Feng Shui dalam Arsitektur, Selasa (12/6) lalu di Ruang Teater Gedung Thomas Aquinas Unika Soegijapranata.

Dalam acara tersebut menghadirkan pemerhati feng shui Andi Arief Wicaksono ST MT dan dosen teknik arsitektur Unika, Dr Purwanto. Menurut Totok, sejauh aturan-aturan tersebut masih bisa dilogika, ilmu tersebut bisa digunakan.

Sejauh ini tak hanya bangsa China yang mempunyai aturan-aturan tertentu terkait dengan arsitektur suatu bangunan, tetapi juga tradisi lokal. "Masing-masing orang bisa memiliki pandangan yang berbeda terhadap aturan-aturan yang ada. Ini tergantung dari daerahnya,'' katanya.

Gotong Mayit

Misalnya, masyarakat daerah selatan pulau Jawa. Di wilayah itu terdapat aturan yang melarang orang membuat rumah dengan bentuk atap gotong mayit. Bentuk atap semacam itu akan membuat penghuninya meninggal. "Tetapi hal ini justru bertolak belakang dengan aturan yang ada di daerah utara Pulau Jawa,'' imbuhnya.

Bentuk atap semacam ini justru dianggap membawa keberuntungan. Penghuni rumah akan mendapat kekayaan yang berlimpah. Hal ini menurut Totok, masih bisa dilogika ketimbang makna yang ada di daerah selatan.

Memang besar kemungkinannya kalau penghuni rumah tersebut adalah orang kaya. "Ini bukan karena atap itu membawa berkah, tetapi karena untuk membuat konstruksi semacam itu membutuhkan biaya besar. Karena itu hanya orang-orang kaya yang mampu, sehingga bisa dipastikan penghuninya orang berduit,'' papar dia.

Sementara pemerhati dan penulis buku tentang feng shui, Andie Arief Wicaksono ST MT yang juga menjadi pembicara, mengaggap feng shui sering mengedepankan sebab - akibat. Sayangnya itu selalu berkaitan dengan karma dan hal-hal yang terdengar menyeramkan apabila larangan yang ada diabaikan.

"Ini akan membuat orang ketakutan, cemas dan membentuk pola pikir negatif berkaitan dengan tempat tinggalnya. Pola pikir negatif itulah yang mengakibatkan sakitnya seseorang,'' ujarnya. (Budi Winarto-18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA