| Kamis, 14 Juni 2007 | SEMARANG |
Maerokoco Akan Dijadikan Resort
SEMARANG- Salah satu upaya mengembalikan kondisi Taman Maerokoco yang terpuruk oleh rob adalah menjadikannya sebagai resort. Menurut Manajer Marketing PT PRPP Jateng Sri Buntoro, saat ini sudah ada investor yang tertarik dan siap menyuntikkan dana. Namun, dia belum bersedia memberi keterangan perihal investor dimaksud. ''Investor itu tengah melakukan studi kelayakan. Kalau nanti oke, mereka akan melakukan langkah-langkah lanjutan,'' kata Buntoro, kemarin. Sebagai resort, fungsi 35 anjungan dari kabupaten/kota yang terdapat di Taman Maerokoco akan dioptimalkan untuk penginapan. Selama ini bangunan-bangunan tersebut hanya digunakan sebagai window display. Buntoro menjelaskan, meski investor masuk, pengelolaan akan tetap melibatkan PT PRPP dan 35 kabupaten/kota selaku pengelola anjungan. ''Dalam pelaksanaannya, tiga pihak itu akan bekerja sama.'' Lebih Menarik Dia optimistis perubahan konsep Taman Maerokoco akan menjadikan objek wisata di kawasan Tawangmas itu lebih menarik. Sebagai gambaran, tamu yang menginap bisa memilih anjungan yang disukai. Di sana mereka akan mendapat pelayanan dengan nuansa daerah masing-masing. ''Misalkan, tamu memilih anjungan Kabupaten Pati, dia akan mendapat sajian makanan khas seperti nasi gandhul, wedang cara, dan kesenian tayub,'' papar Buntoro. Jika kerja sama jadi dilaksanakan, masalah rob tentu akan menjadi prioritas penanganan. Sebagaimana diberitakan kemarin, rob telah mendera Taman Maerokoco sejak empat tahun lalu. Luapan air laut menjadikan kondisi tempat wisata itu tampak kumuh dan memprihatinkan. Pada sore hari rob menggenangi sebagian sudut dan anjungan. Beberapa anjungan yang tergenang antara lain milik kabupaten/kota di wilayah pantura mulai Brebes, Tegal, Pemalang, Kabupaten, Pekalongan, Kota Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang. Rob juga membuat tanaman di anjungan-anjungan tersebut mati. (H6-37) |