logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Juni 2007 KEDU & DIY
Line

Kotagede Masuk 100 Situs Budaya Dunia

YOGYAKARTA - Lembaga pemerhati dan peduli budaya, World Monuments Fund (WMF) yang berada di New York, Amerika Serikat menetapkan Kotagede, Yogyakarta sebagai salah satu dari 100 situs budaya dunia yang dilindungi.

Ketua Yogyakarta Heritage Society Laretna T Adisakti mengungkapkan hal itu belum lama ini. Dia mengatakan, penetapannya sejak 6 Juni lalu. Menurut data WMF, Kotagede merupakan satu-satunya situs budaya dilindungi di Asia Tenggara. Tahun sebelumnya ada nama Tamansari dan Tanah Lot.

Keberadaan Kotagede, menurut dia, terancam punah setelah gempa tahun lalu. Banyak rumah dan bangunan tradisional rusak berat bahkan tidak sedikit yang roboh dan hancur rata dengan tanah. Pemilik tidak mampu membangun kembali seperti semula karena biayanya sangat mahal.

''Jelas kita sangat khawatir situs tersebut punah karena sebagian besar rusak akibat gempa. Padahal sebelum gempa saja sudah mengalami kemunduran bagaimana nanti masa depannya?'' ujar dia.

Berdasarkan data dan pengamatan di lapangan, dia mengatakan, untuk mengembalikan utuh seperti sebelum bencana memerlukan waktu minimal 20 tahun. Lamanya revitalisasi karena ada banyak aspek yang harus disentuh.

Tiga hal itu meliputi perbaikan fisik, membangun kembali rumah joglo dan limasan yang rusak kemudian menghidupkan kembali aktivitas di lingkungan serta membuka manfaat ekonomi masyarakat. Ekonomi menjadi salah satu aspek dalam revitalisasi karena dengan begitu penduduk dapat memperoleh hasil nyata. Kegiatan tersebut juga harus melibatkan banyak pihak. (D19-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA