logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Juni 2007 KEDU & DIY
Line

Rayakan Kelulusan dengan Doa Bersama

YOGYAKARTA - Ratusan siswa MAN 1 Yogyakarta mempunyai cara sendiri dalam mengungkapkan kelulusannya. Mereka mencoret-coret kain putih sebagai ungkapan kegembiraan, bukan di baju seragam. Setelah itu, siswa berbondong-bondong menuju Masjid Gede Kauman untuk doa bersama.

Seperti diberitakan kemarin, Dinas Pendidikan Nasional DIY memajukan jadwal pengumuman kelulusan SMA, SMK, dan MA dari semula 16 Juni menjadi 13 Juni. Hal itu dilakukan karena semua data dan administrasi sudah selesai.

''Pengajuan ini sekaligus untuk memberi kesempatan bagi yang tidak lulus agar bisa segera mempersiapkan diri mengikuti Kejar Paket C,'' jelas Kepala Diknas DIY Sugito.

Dia menambahkan, semua peserta yang tidak lulus dapat mengikuti ujian kesetaraan Paket C dengan berkoordinasi antara sekolah dan kelompok kerja setempat. Namun keikutsertaan ujian tersebut bukanlah kewajiban. Ujian Paket C hanya ada dua program yakni IPA dan IPS.

Pada pengumuman kelulusan, tidak ada luapan kegembiraan berlebihan seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Siswa MAN 1 misalnya, ber-longmarch dari sekolahnya di Jalan C Simanjuntak menuju Masjid Gede Kauman yang berjarak sekitar lima kilometer.

Diantar ke Rumah

''Peserta ujian MAN 1 ada 250 siswa dan hanya 10 orang yang dinyatakan tidak lulus. Tahun lalu siswa tidak lulus 16 orang,'' ujar Joko Sugiyanto yang mendampingi murid-muridnya keliling kota dengan berjalan kaki.

Aksi corat-coret di selembar kain putih dan jalan kaki hanya diikuti siswa yang lulus. Pasalnya, siswa tidak lulus sudah memperoleh hasil semalam sebelum pengumuman. Guru mengantar ke rumah siswa bersangkutan sehingga tak perlu melihat di sekolahan.

Ungkapan rasa syukur sudah lulus dilakukan pula tiga siswa SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Mereka lari keliling Alun-alun Utara sebanyak dua kali.

Sementara itu, SMA Kolese de Britto berjalan kaki dari sekolahnya di Jalan Solo menuju perempatan Tugu.

Meskipun ungkapan kegembiraan kelulusan agak berbeda dibanding tahun lalu, masih ada juga yang mencoret-coret baju seragam. Mereka menggunakan cat semprot untuk menandatangani baju teman-temannya. (D19-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA