logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Juni 2007 INTERNASIONAL
Line

Militer Kukuh Pertahankan Guantanamo

SAN JUAN - Militer Amerika Serikat tengah menyelidiki bagaimana penjaga gagal mencegah kematian tahanan penjara Teluk Guantanamo, bulan lalu. Kematian itu tampaknya upaya bunuh diri di salah satu kamp tahanan yang paling dipantau ketat. Kamp itu dihuni tersangka anggota Al-Qaedah dan Talib, kata seorang komandan militer, Selasa lalu.

Dalam wawancara eksklusif dengan kantor berita AP, Laksamana Muda AL Mark H Buzby mempertahankan cara penanganan terhadap tahanan Guantanamo yang kontroversial itu. Tahanan baru yang dibawa ke pusat penahanan di Kuba itu tahun lalu, ''sangat penting'' bagi para interogator, jelas Buzby. Mereka antara lain dalang serangan kamikaze 11 September 2001 di AS.

Dia membantah bahwa tahanan dibuat stres atau menderita akibat suhu sangat panas di Teluk Guantanamo, tempat sekitar 385 orang yang dituduh punya hubungan dengan Al-Qaedah dan Talib ditahan.

Delapan hari setelah Buzby menjadi komandan operasi penahanan pada 22 Mei lalu, Abdul Rahman Maadha al-Army ditemukan tidak bernapas di selnya. Dia adalah warga Saudi yang bersikeras hanyalah serdadu Talib.

Minggu lalu, mantan menlu AS Colin Powell ikut mengecam penjara Teluk Guantanamo. Dia mengatakan penjara itu telah menodai persepsi dunia tentang Amerika Serikat dan sebaiknya ditutup.

''Penjara itu lebih baik ditutup. Saya juga tidak akan membiarkan satu pun tahanan lepas. Mereka akan dipindahkan ke AS dan berada di bawah sistem pemerintah federal," kata Powel. (ap-niek-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA