logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Juni 2007 EKONOMI
Line

Bisa Diterima Semua Kalangan

SOLO-Masyarakat yang dapat menerima kehadiran bank syariah di Indonesia makin luas. Bahkan, di daerah yang merupakan kantung-kantung nonmuslim, dapat diterima dengan baik. Di Bali yang penduduknya mayoritas beragama Hindu, pembukaan cabang Bank Muamalat bahkan tumbuh bisa balik modal dalam waktu empat bulan.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Bank Muamalat Syaifuddin Nur, di sela-sela acara penyerahan PC Banking pada Pondok Pesantren ''Al-Mukmin'', Ngruki, Sukoharjo kemarin.

Selain Bali, kata dia, di daerah-daerah nonmuslim lainnya seperti Papua, NTT dan Manado bank syariah juga memperoleh sambutan menggembirakan.

Ia mengatakan mekanisme bagi hasil yang diterapkan bank syariah, telah lama menjadi bagian dari kebiasaan mereka. Ketua-ketua kelompok agama di daerah nonmuslim tersebut tak ragu bergabung dengan bank syariah karena mereka punya prinsip sama, anti riba.

Business Manager Bank Muamalat Cabang Solo, Ahmad Baradjak menambahkan, pertumbuhan bank syariah di Solo dan sekitarnya tidak terlepas dari dukungan pondok-pondok pesantren. Kerja sama yang dilakukan Bank Muamalat dengan pesantren ini dalam rangka menjalin aliansi memasarkan produk penghimpunan dana pihak ke tiga melalui produk ''Shar-E''.

Bentuk kerja sama dilakukan dalam pemberian layanan PCB (Personal Computer Banking) yang memungkinkan nasabah mengakses rekeningnya secara real time on line. (bt-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA