| Kamis, 14 Juni 2007 | BANYUMAS |
Pasangan Selingkuh Tewas di SawahBANYUMAS-Pasangan selingkuh yakni Minarto (45) dan Dartiwen (50) alias Gude, keduanya dari Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Banyumas, kemarin pagi ditemukan tewas di sawah. Minarto (45) ditemukan tewas gantung diri di pohon kelapa di atas parit, sementara Dartiwen ditemukan tewas tergeletak di tengah sawah, sekitar 700 meter dari lokasi gantung dirinya Minarto. Minarto tinggal di RT 4/3, sedangkan Gude di RT 6/3. Kapolres Banyumas AKBP Suherman melalui Kapolsek Sumbang AKP Sugito, saat di lokasi kejadian mengatakan tewasnya pasangan itu masih dalam penyelidikan. Menurut Sugito, dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada keduanya. Memang saat ditemukan, dari telinga dan hidung Gude keluar darah. "Tapi dari hasil pemeriksaan dokter, tak ditemukan tanda penganiayaan. Kemungkinan dia mengalami gangguan pernafasan," jelasnya. Meski begitu kematian Gude masih menimbulkan pertanyaan, apakah dia tewas dibunuh atau bunuh diri. Polisi curiga, karena saat ditemukan masih ada selendang melilit di lehernya. Gude pertama kali ditemukan tewas tergeletak di tengah sawah yang baru dipanen oleh Dasilem, pemilik sawah sekitar pukul 07.00. Pagi itu menengok sawahnya untuk mengusir burung. Ketika sampai di gubuk, ia kaget karena di petak sawah di bawah gubuk yang sudah dipanen melihat Gude tergeletak tak bernyawa. Dalam waktu yang hampir bersamaan, Solihin, warga Kotayasa yang akan ke sawah dikejutkan pria yang tewas menggantung di pohon kelapa. Apalagi orang yang gantung diri, adalah mertuanya sendiri. Menurut Warto (30), perangkat desa Kotayasa, Minarto sudah punya istri dan anak. Namun warga sudah mengetahui kalau dia berselingkuh dengan Gude yang berstatus janda. Hubungan asmara mereka diperkirakan telah berjalan sekitar setahun. Sebelum ditemukan tewas, Selasa (12/6) sekitar pukul 20.00, Minarto dan Gude terlibat adu mulut di rumah Gude. Malam itu Minarto digelandang istrinya Rakiwen ke rumah Gude. Tujuannya adalah agar hubungan mereka tak diteruskan. Ketua RT 6/3, Yukidi yang malam itu dilapori ada ribut-ribut, langsung datang ke rumah Gude untuk mendamaikan. "Sebagai Ketua RT, karena dengan ada ribut-ribut, saya datang ke rumah Gude untuk mendamaikan," jelasnya. Keributan itu bermula ketika Gude, menuntut Minarto menikahinya. Namun istri Minarto tak sudi kalau dicerai gara-gara suaminya kawin lagi dengan Gude. "Yang saya dengar Gude memang menuntut agar Minarto menikahinya. Setelah ribut, Minarto pulang bersama istrinya. Setelah itu saya tidak tahu peristiwa lebih lanjut. Pada Rabu pagi, saya dikabari Minarto dan Gude ditemukan meninggal di sawah," jelasnya. Rakiwen, istri Minarto yang ditemui terpisah mengaku mengetahui hubungan suaminya dengan Gude. "Saya sebenarnya tak cemburu, tapi tak mau kalau sampai dicerai," ungkapnya.(G23-74) |