| Kamis, 14 Juni 2007 | BANYUMAS |
Paseban Alun-alun Terancam Tergusur
KEBUMEN - Rencana merombak total kawasan Alun-alun Kebumen yang digagas Pemkab, mulai mendapat sorotan. Apalagi dalam desain renovasi, dua bangunan penting Paseban Barat dan Timur bakal tergusur. Paseban Timur di pojok Alun-alun itu selama ini menjadi Kantor UPTD Perpustakaan Umum Dinas Pendidikan. Sementara Paseban Barat adalah Balai Wartawan yang selama ini menjadi Sekretariat PWI Koordinator Kebumen, PWI Jateng IV, dan KNPI. Ketua KNPI Kebumen Mustofa Depe kemarin menyatakan, pihaknya tidak menolak renovasi atau revitalisasi Alun-alun sepanjang hal itu membuat kawasan menjadi baik dan mudah diakses masyarakat. Namun dia keberatan jika dua bangunan bersejarah dan memiliki nilai kultural itu dibongkar. "Saya kira berlebihan jika paseban yang menjadi simbol tempat rakyat yang ingin menghadap pimpinan digusur," tandasnya. H Kholid Anwar, jurnalis, juga menyayangkan jika dua paseban tersebut akan dibongkar. Dia menilai, konsultan yang membuat rancangan itu sekadar mengajukan konsep tanpa mempertimbangkan sosiokultural warga. Dalam Pembahasan "Sayang jika paseban yang berfungsi sebagai tempat singgah sementara bagi siapa pun yang dulu hendak menghadap bupati atau pimpinan itu dibongkar," ujar anggota KPU tersebut. Saat berhenti sejenak di paseban, biasanya orang yang akan menghadap bupati itu mematangkan gagasannya. Kini pun, Balai Wartawan, masih sering dipakai berkumpul para aktivis dan siapa pun yang peduli terhadap Kebumen. Apalagi, tambah dia, dua pimpinan Kebumen, Bupati Dra Hj Rustriningsih MSi dan Wakil Bupati KH M Nasiruddin AM pernah memiliki ikatan dan kenangan dengan Balai Wartawan. Terutama, awal merintis karier. "Lagipula, bangunan ini juga belum lama diperbaiki. Silakan diperbaiki atau direnovasi, tetapi jangan dilupakan fungsinya," tandas dia. Nanang W Hartono, Koordinator PWI Kebumen mengatakan, pihaknya perlu menyikapi rencana penggusuran paseban tersebut. Sebab, dia telah mendapat informasi lisan dari Sekda H Suroso SH terkait kemungkinan pembongkaran paseban. Bupati Rustriningsih membenarkan, saat ini direncanakan pembenahan kawasan alun-alun. Tujuannya, untuk mempermudah akses publik. Namun dia belum bersedia berbicara banyak karena konsep pengembangan alun-alun itu masih dibahas tim dan belum final. (B3-72) |