| Senin, 04 Juni 2007 | NASIONAL |
SOSOKNgamen di Jepang
DIDI Nini Towok akan ''ngamen'' tari di Square Yokohama, Jepang. Dia datang ke negeri Sakura tanggal 15 Juli hingga 4 Agustus, atas undangan perwakilan Gusti Pambayun yang ada di Jepang. Berkolaborasi dengan seniman musik dan tari dari Jepang, dia akan menarikan sejumlah tari asli dari Jepang seperti Belgor Nihon Buyo dan Noh. ''Karena saya belajar juga sejumlah tari Jepang seperti tari Fuji Musumi dan Kyonosiki, mungkin saya akan mengolaborasikan dengan sejumlah tari dari Indonesia,'' katanya bercerita ketika ditemui di Japan Foundation, Jakarta. Bahkan sebuah nomor tari baru karyanya seperti Bedoyo Hogorono, sebuah nomor tarian yang mirip dengan kisah Joko Tarub, disiapkan untuk publik Jepang. ''Hogorono adalah tari asli Jepang yang kisahnya mirip Joko Tarub di negara kita,'' ucapnya Didi yang mengaku wira-wiri ke Jepang sejak tahun 1995 menceritakan, para penari di sana sangat menggemari gayanya, karena komposisi yang dia bawakan akrab dan dekat dengan budaya tari publik Jepang. ''Mereka juga mempunyai tokoh cross-gender di dalam tari Kabuki Jepang yang diberi nama Bando Tama Saburo. Jadi ketika mereka melihat tarian saya, akan langsung menyebut tokoh itu,'' akunya. (Benny Benke-48) | ||||