| Senin, 04 Juni 2007 | MURIA |
PKL Alun-alun Tayu Mau Pindah dengan SyaratTAYU- Sekitar 100 pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di seputar Alun-alun Tayu Pati, bersedia pindah ke lokasi Pasar Wurung, depan Rumah Sakit Kristen (RSK), tapi mengajukan beberapa syarat. Satu di antaranya, kendaraan penumpang umum baik bus mini dan angkutan pedesaan untuk semua jurusan Tayu-Pati, Tayu-Juwana, Tayu-Puncel, Tayu-Gunungwungkal, dan Tayu-Jepara harus masuk ke dalam lingkungan pasar tersebut. Hal itu terungkap dalam pertemuan perwakilan PKL yang bersangkutan dengan Subdin Kebersihan dan Pertamanan Diskimpras, Satpol PP, dan jajaran Muspika serta intansi terkait, Kamis (31/5) lalu, di aula Kecamatan Tayu. Alasannya, kata Ketua PKL, Su'ud, bagi mereka selalu menganut prinsip "ada gula pasti ada semut." Sebagai tempat gula maupun gulanya adalah pasar wurung dan para PKL, sedangkan semutnya yaitu penumpang kendaraan umum, termasuk para sopir serta kernet. Dengan demikian, ke depan tidak ada lagi angkutan penumpang umum yang mangkal dan ngetem di sekitar alun-alun. "Sebab, sumber kesemrawutan dan kemacetan di tempat itu bukan hanya PKL, tapi juga angkutan dan calon penumpang," ujarnya Selesai Karena itu, katanya, setelah alun-alun selesai dibangun, subterminal di belakang pasar lama juga harus dipindahkan. Lokasinya terserah Pemkab, asal PKL diberikan fasilitas untuk berjualan. Apalagi, subterminal itu sekarang juga sudah dikuasai para bakul untuk menggelar dagangannya. Sehingga, angkutan pun jarang ada yang masuk, karena banyak yang mencari dan menungu penumpang di seputar alun-alun. Jika kelak alun-alun selesai dibangun, angkutan umum tetap dibiarkan seperti itu sama saja tidak menyelesaikan persoalan. Dengan kata lain, upaya Pemkab menata Kota Tayu justru hanya membuang-buang tenaga dan biaya. Sebelum penataan dan pembangunan kawasan alun-alun itu selesai, mereka minta agar diizinkan untuk tetap bisa berjualan di lokasi tersebut. "Itulah aspirasi anggota kami, tinggal bagaimana kelanjutannya kita akan menunggu." Menanggapi hal tersebut, Kasubdin Kebersihan dan Pertamanan Diskimpras Sukiman menyambut baik kesediaan para PKL untuk pindah dari alun-alun. "Kalau begitu kami akan segera memulai."(ad-19) |