| Senin, 04 Juni 2007 | EKONOMI |
4.000 Koperasi Hanya Papan NamaSOLO-Lebih dari 4.000 koperasi yang ada di Jawa Tengah, diketahui hanya papan nama. Koperasi itu didirikan hanya untuk mendapatkan fasilitas. Namun karena fasilitas yang ditunggu tak kunjung datang, maka koperasi tersebut tinggallah papan nama. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pelayanan Koperasi dan UKM Jateng, Drs Sriyadi MM pada peresmian Koperasi Simpan Pinjam (KSP) "Artha Mitra Sejati", di Jalan DI Panjaitan, 52 Banjarsari, Solo, akhir pekan lalu. Dikatakan, perkembangan koperasi di Jateng setiap tahun tumbuh 5 persen. Pada akhir 2006, jumlahnya mencapai 16.000 unit . Dari jumlah itu, yang aktif tercatat 11.235 unit. Sisanya lebih dari 4.000 unit tidak aktif alias sekadar papan nama. "Ini tentu tidak kita harapkan," katanya. Dari jumlah 11.235 unit itu, sebanyak 7.200 atau 82% berbentuk KSP. Jumlah anggota KSP mencapai 87% dari jumlah anggota seluruh koperasi di Jateng. Diingatkan, sebuah koperasi untuk memperoleh fasilitas pemerintah, tidak mudah. Syaratnya antara lain koperasi itu sehat dan usianya lebih dari dua tahun. Menyinggung peran KSP di Jateng, menurut dia, cukup menggembirakan. Hasil sensus ekonomi BPS 2006 menyebutkan, jumlah UMKM nonpertanian di provinsi ini mencapai 3,69 juta unit. Dari jumlah itu, tiga juta di antaranya telah dilayani KSP dan USP (unit simpan pinjam). "Ini berarti 86 persen dari jumlah UMKM di Jateng telah dilayani KSP-USP. Ini luar biasa," katanya. Tidak Bankable UMKM yang dibiayai KSP-USP ini umumnya bila dilihat dari persyaratannya, tidak bankable. "Di sinilah KSP-USP masuk ke segmentasi ini untuk membantu perkembangan perekonomian. Karena perekonomian berkembang, ada penyerapan tenaga kerja," katanya. Dikatakan, berdasar sensus ekonomi 2006, usaha mikro mendominasi sebesar 83,5% dari total skala usaha kecil menengah dan besar di Jateng. Dengan angka sebesar itu berarti pasar KSP-USP sangat besar. Ia berharap pengurus koperasi "Artha Mitra Sejati" membangun jejaring dengan Pemkot Surakarta , perbankan dan dunia usaha agar dapat lebih banyak membantu UMKM. (bt-33) |