logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 04 Juni 2007 EKONOMI
Line

Bentoel Bagi Dividen Rp 45 Miliar

JAKARTA-PT Bentoel Internasional Investama (BINI) Tbk membagikan dividen sebesar Rp 45 miliar atau 30% dari total laba bersih 2006 sebesar Rp 145,5 miliar. Sedangkan laba bersih selebihnya akan digunakan untuk memperkuat permodalan perseroan. Pencapaian laba bersih 2006 ini, meningkat 35% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan demikian berarti setiap saham yang beredar menerima dividen Rp 7,5 per lembar saham atau meningkat 50% dibanding dividen tahun sebelumnya, sebesar Rp 5 per saham.

Pembagian dividen ini merupakan salah satu agenda usulan direksi yang mendapat persetujuan dari pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bentoel yang terselenggara Kamis (31/5), di Jakarta. "Kinerja Bentoel yang terus meningkat ini, berkat dukungan dan kepercayaan dari pemegang saham," kata Nicolaas B Tirtadinata, Direktur Utama PT BINI, usai RUPST.

Sepanjang 2006, Bentoel berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 3 triliun. Padahal berdasarkan data pembelian cukai 2006, industri rokok secara nasional mengalami penurunan sebesar 1,3% menjadi 222,6 miliar batang dibanding produksi 2005.

Peningkatan Signifikan

Keberhasilan kinerja Bentoel ini, kata dia, tidak terlepas dari peningkatan yang signifikan dari hampir semua produk utama Bentoel. Antara lain Star Mild dan X Mild (SKM Mild), Country (SPM), Bentoel Biru (SKM Regular), Bentoel Sejati dan Rawit (SKT).

Penjualan produk Bentoel Group memang meningkat hampir di semua segmen. Yaitu rokok kretek mesin (SKM) Mild sebesar 45%, sigaret putih mesin (SPM) 19% dan sigaret kretek tangan (SKT) melonjak sebesar 172%.

"Peningkatan kualitas produk untuk memberikan kepuasan bagi konsumen, penetapan strategi pemasaran dan penjualan yang cermat, telah membuka langkah awal yang baik bagi kinerja Bentoel di tahun mendatang," katanya.

Apalagi beberapa langkah itu didukung penerapan teknologi informasi yang tepat guna. Seperti implementasi end to end Enterprise Resources Planning (ERP) berbasis SAP dan pemanfaatan Sales Management & Information System bersama Sales Force Automation (SFA) lengkap dengan PDA yang terintegrasi dengan ERP guna mempercepat pengumpulan, pengolahan, analisa dan akses informasi.

"Berbagai upaya manajemen telah memberikan hasil positif bagi kinerja Bentoel. Salah satunya, jiwa profesional di lingkungan Bentoel semakin mantap dan mandiri," kata Nico. Seperti diketahui, perseroan sangat getol memberikan pelatihan untuk memperkuat profesionalisme di setiap individu. Ini tercermin dari efektif dan efisiennya kinerja di setiap lini organisasi perusahaan.

Penjualan yang meningkat itu memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan Bentoel. Hal itu terlihat dari meningkatnya pendapatan bersih sebesar 38%, laba kotor sebesar 64% dan laba usaha perseroan melonjak tajam sebesar 1.400% dibandingkan dengan pencapaian 2005. Peningkatan kinerja keuangan juga terlihat dengan kenaikan EBITDA sebesar 650% dibandingkan 2005. (B19-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA