| Senin, 04 Juni 2007 | BANYUMAS |
Disangka Meracun, Rumah Sumarto Dirusak MassaBANJARNEGARA- Akibat disangka meracun tetangganya, rumah milik Sumarto (60), warga Dusun Sawangan RT 03 RW II, Desa Leksana, Kecamatan Karangkobar, Sabtu (2/6) malam, dirusak puluhan orang. Perusakan dilakukan massa dengan cara melempari rumah dengan batu, kayu dan merusak tiang rumah. Aksi anarkhis tersebut baru bisa diredam, setelah petugas Polsek Karangkobar mendatangi lokasi dan memberikan pengertian kepada warga. Meski demikian, peristiwa yang terjadi mulai pukul 19.30 hingga 22.00 itu, sudah cukup membuat rumah berdinding papan yang dihuni dua keluarga itu rusak parah. Sebagian atap rusak, dinding rumah jebol, dan seisi rumah berantakan, termasuk warung sembako milik korban. Kerugian akibat kejadian itu, diperkirakan Rp 25 juta. Hingga sore kemarin, Sumarto masih diamankan di Mapolsek Karangkobar, sedangkan keluarganya kini mengungsi ke tempat saudaranya di Wonosobo. Mereka masih trauma atas peristiwa tersebut. Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, peristiwa itu dipicu kabar bahwa Sumarto disangka mempunyai racun, dan telah memakan 7 korban. Salah satunya adalah Parliyah (36), tetangganya yang kini menderita sakit hingga perutnya membesar. Suami Parliyah yakni Sutikno alias Parno, mendapat informasi dari istrinya bahwa 70 hari yang lalu dia sempat bertemu di ladang dengan Sumarto, yang menawari makan siang. Namun saat itu dia memilih hanya makan pisang raja kopet saja. Sejak saat itu, dia mulai merasakan sakit perut. ''Rupanya kabar itu menyebar ke warga, dan kemudian dalam perkembangannya terjadilah aksi perusakan,'' kata Kapolres Banjarnegara AKBP Sutekad Muji Raharjo melalui Kapolsek Karangkobar AKP Paijan, kemarin. Dia menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter kandungan dari Badan RSUD Banjarnegara yang kemudian memberi rujukan ke RS Margono, pada tanggal 16 Mei 2007, Parliyah didiagnosa menderita tumor kandungan. Namun belum bisa diketahui, apakah termasuk yang ganas atau bukan. Sebab perlu pemeriksaan lebih lanjut. ''Kejadian ini akan ditangani dengan serius, dan saat ini tengah dikumpulkan data-data atau keterangan,'' katanya. Sedangkan Sumarto yang kemarin sore ditemui di Mapolsek Karangkobar, membantah dirinya mempunyai racun. Dia mengatakan, hal itu hanya fitnah saja.(H25-74) |