| Senin, 04 Juni 2007 | BANYUMAS |
Minyak Goreng Tembus Rp 9 Ribu/Kg
KEBUMEN - Harga minyak goreng di Pasar Tumenggungan Kebumen, kemarin, masih tinggi. Minyak sayur atau barko di pedagang mencapai Rp 8.500/kg sedangkan minyak sawit Rp 8.100/kg. Ny Beni Haryanto, pedagang minyak goreng Kios Pasar Tumenggungan Jalan Kolopaking mengatakan, minyak sayur kurang diminati. Pada umumnya, pengecer dan konsumen baik ibu rumah tangga maupun pedagang makanan, memilih minyak sawit yang lebih murah. Semula dia menyangka setelah liburan, harga minyak goreng akan turun. Namun sejak Jumat lalu, harga minyak sayur merambat naik dari Rp 8.400/kg menjadi Rp 8.500/kg. Bahkan minyak sawit yang semula turun hingga Rp 7.600/kg, kini kembali merangkak naik menjadi Rp 8.100/kg. Dia juga mengaku semula bisa menghabiskan 30 drum, namun sekarang tidak. Penjualan semakin seret. "Stok kami belum habis,'' tutur dia. Harga minyak memang bervariasi. Untuk pelanggan eceran 1-2 kilogram, minyak sawit dijual Rp 8.250/kg. Namun jika pembelian di atas lima kilogram, minyal dijual Rp 8.100/kg. Rata-rata, pedagang warung dan kios pengecer di pedesaan membeli 10-20 kilogram sekali datang. Ongkos Angkut Seperti Ny Sawen (43), warga Desa Watulawang, Kecamatan Pejagoan, siang itu membawa satu jerigen minyak goreng dan membeli 17 kilogram minyak sawit. Dia harus keluar ongkos untuk angkutan dari desanya ke pasar Tumenggungan pulang pergi Rp 12.000. Dia berharap, harga menyak sawit turun sehingga bisa menjual murah ke konsumen. Namun karena harganya masih tinggi, dia menjual minyak itu di atas Rp 8.500/kg. Beberapa ibu rumah tangga di pedesaan juga mengeluhkan harga minyak goreng yang sangat tinggi. Di pedalaman Kecamatan Karanggayam, minyak goreng eceran mencapai Rp 9.000/kg. Wakil Bupati KH M Nashiruddin AM menyatakan, terkait harga minyak goreng yang melambung, Pemkab telah menyikapi dan mengajukan permohonan ke Dinas Perdagangan Provinsi Jateng. Pemkab mengajukan 20 ton untuk operasi pasar di Pasar Tumenggungan dan Pasar Wonokriyo, Gombong. Namun hingga saat ini, permohonan itu belum dikabulkan. (B3-72) |