logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Juni 2007 SALA
Line

LINTAS DAERAH

Tanaman Hias Rp 11 Juta Dicuri

SRAGEN - Aksi pencurian tanaman hias yang laku keras di pasaran, masih saja terjadi di Sragen. Kali ini korbannya Marianto (38), warga Dukuh Bulu RT 25 Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo.

Sejumlah tanaman mahal jenis Jemani Tanduk dan Hokeri milik korban senilai Rp 11 juta, raib disikat pencuri. Pelaku diduga sudah mengetahui lokasi penempatan tanaman mahal itu.

Sebab tanaman bunga lain ddi tempat sama namun harganya murah tidak disentuh. Marianto yang sudah melaporkan kasus pencurian itu ke Polsek Sambirejo memperkirakan, aksi pencurian terjadi Kamis (31/5) sekitar pukul 02.00.

Sebab ada anggota keluarganya yang ba-ngun pagi, setelah mengecek bunga ternyata sudah raib. Korban berusaha mencari ke sekeliling kampung, namun tidak menemukan barang maupun pelakunya. (nin-63)

Bayi Gizi Buruk di RSUD

BOYOLALI- Adi Kurniawan tergolek lemah di bangsal Edelweis, RSUD Pandan Arang Boyolali, Jumat (1/6) kemarin. Bayi berusia empat bulan itu hanya memiliki berat badan 3,2 kg. Oleh tim dokter dia dinyatakan sebagai pasien gizi buruk.

Menurut Juminten (38), sang ibu, Adi saat dilahirkan hanya berbobot 18 ons. Diakui, selama mengandung anak ketiganya tersebut dia tidak punya selera makan, apalagi minum susu.

"Saat hamil memang saya yang tidak sehat. Saya tidak pernah makan cukup, tidak minum susu, apalagi vitamin. Kalau makan, muntah. Keadaan semacam ini berlangsung selama sembilan bulan, hingga anak saya lahir," kata wanita asal Tegalsari, Desa Keposong, Kecamatan Musuk itu.

Bayi penderita gizi buruk tersebut termasuk dari kategori keluarga miskin (gakin). Orang tuanya pemegang kartu Asuransi Kesehatan Warga Miskin (Askeskin), sehingga biaya perawatan Adi ditanggung pemerintah.

"Tadinya, saya tidak tahu kalau anak saya menderita gizi buruk. Dia saya bawa ke puskesmas, beberapa hari lalu, karena batuk dan panas. Oleh dokter, saya diminta membawanya ke rumah sakit," tambahnya.

Mudah Sakit

Direktur RSU Pandan Arang dokter Umi Haniek mengatakan, kondisi Adi Kurniawan tisak sehat sejak dalam kandungan. Penyebabnya, ibunya tidak mau makan ketika mengandung Adi.

Otomatis, kebutuhan gizi janin tidak tercukupi. "Tidak aneh saat dilahirkan bobot Adi hanya 18 ons. Karena berat badannya tidak normal, daya tahan tubuhnya pun terpengaruh. Tubuhnya lemah dan mudah sakit," katanya.

Untuk menangani bayi penderita gizi buruk, pihaknya memberikan vitamin dan obat-obatan. Sang ibu diingatkan agar terus minum susu dan makanan bergizi.(G10-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA