| Sabtu, 02 Juni 2007 | SALA |
Wakili UNS Tingkat NasionalCERDAS , gesit, dan murah senyum itulah yang tergambar dari Alvika Hening Perwita. Gadis yang saat ini tercatat sebagai Mahasiswi semester VI jurusan komunikasi Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). Sekilas tidak ada yang istimewa dari gadis kelahiran 10 November 1986 ini. Wajahnya yang periang tersebut sedikit banyak menggambarkan sisi kehidupan Vika. Namun, usut punya usut, gadis dengan tahi lalat di dagu tersebut adalah satu -satunya wakil UNS dalam ajang seminar dan karya ilmiah tingkat nasional yang akan digelar di Pekanbaru Juli mendatang. Tanpa banyak komentar, cerita demi ceritapun mengalir dari bibir putri Joko Aswoyo, dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta itu. Vika, begitu dia akrab di sapa, tidak pernah menyangka bisa mewakili UNS dalam ajang bergengsi tingkat mahasiswa se Indonesia tersebut. Padahal, sebelum karya ilmiahnya menjadi juara pertama di UNS tidak ada persiapan secara khusus. Sebab, sebelum membuat karya ilmiah tersebut, peraih juara III dalam ujian nasional SMA 2004 ini hanya punya waktu tiga hari. Lalu apa karya ilmiah yang membuat namanya mencuat di antara ribuan mahasiswa di kampus tersebut? "VOIP (Voice Over Internet Protocol)," katanya singkat. VOIP sendiri adalah sebuah teknologi yang pernah booming 2003 silam, yakni orang bisa melakukan chating di internet tetapi ada suara dan gambarnya. Kelebihannya lagi, biaya yang harus dikeluarkan lebih murah. "Kalau sekarang orang mengenal teknologi 3G, atau 3.5G, tapi VOIP ini lain dan lebih canggih," tuturnya. Mahasiswa yang saat ini masih tinggal bersama orang tuanya di perumahan UNS Jati, Jaten Karanganyar tersebut mengaku mendapatkan ide itu saat kuliah semester IV. Dan waktu tiga hari ternyata tidak pernah menghalangi keinginannya menjadi yang terbaik di ajang lomba karya ilmiah di UNS. Sebab, alumnus SMA 3 Surakarta menjadi juara pertama dan menyingkirkan pesaing lainnya. Pemilik tinggi 158 cm yang bercita-cita menjadi guru seperti ayah dan ibunya. (Heru Susilo-50) |