| Sabtu, 02 Juni 2007 | PANTURA |
KELILING PANTURADitemukan Mayat DilakbanBATANG- Sesosok mayat laki-laki dengan mulut dan mata dilakban serta tangan terikat ke belakang ditemukan di semak-semak Dusun Nanom, Desa Ringingintung, Kecamatan Tulis. mayat mulai membusuk. Mayat itu ditemukan sekitar pukul 13.00. Awalnya, ada warga yang melintas di jalan mencium bau menyengat. Dia kemudian mencari sumber bau, yang ternyata berasal dari mayat yang tergeletak di antara semak-semak. Kabar penemuan itu cepat menyebar. Warga pun berbondong-bondong mendatangi tempat kejadian. Kapolsek Tulis AKP Gufron yang menerima laporan meluncur ke lokasi bersama sejumlah anggotanya. Demikian pula Kasat Reskrim Polres AKP H Matridho bersama Kanit Buser Ipda Hartono SH. Polisi memeriksa mayat itu, tapi tak menemukan satu pun kartu identitas. (ar-65) Wanita Tewas Membusuk PEKALONGAN- Seorang wanita ditemukan tewas di kamar mandi rumahnya, Gang 3 Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kamis (31/5). Saat ditemukan, kondisi korban, Halimah (50), amat mengenaskan. Tubuhnya membusuk dan menyebarkan bau menyengat. Diduga, korban meninggal akibat sakit yang dideritanya. Tidak ditemukan tanda penganiayaan di tubuhnya. Salah seorang tetangga korban, Noval (54), mengatakan, sejak tiga hari lalu warga mencium bau menyengat dari rumah Halimah. Awalnya mereka membiarkan saja, karena menyangka itu bau bangkai hewan. Namun lantaran bau kian menyengat, sejumlah warga sepakat mengecek. Ketika masuk ke dalam rumah, mereka terkejut melihat sesosok mayat tergeletak di kamar mandi. Setelah diperiksa, ternyata jenazah Halimah. Kapolsekta Buaran AKP Umar Sanusi mengatakan, semula mayat korban akan dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi. Namun sesuai permintaan Kepala Desa Simbang Kulon, Amin Pribadi, dan tokoh masyarakat, jenazah korban tidak perlu diautopsi, namun langsung dimakamkan. (H4-65) 20 Orang Kena DBD PEKALONGAN - Jumlah warga Kota Pekalongan yang terserang penyakit demam berdarah dengue (DB) tahun ini sudah tercatat 20 orang. Dari jumlah itu, dua di antaranya meninggal. Kepala Dinkes Kota Pekalongan, dokter Dwi Heri Wibawa MKes ketika ditemui Suara Merdeka, Kamis lalu menegaskan, kendati sekarang masih ada penderita, namun kecenderungan serangan penyakit itu terus menurun seiring dengan menurunnya curah hujan akhir-akhir ini. Meski demikian, karena kadang-kadang masih terjadi hujan, kemungkinan berkembangnya penyakit tersebut masih terjadi. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan mencegah perkembangan nyamuk Aedes aegypti dengan cara menguras bak-bak mandi dan mengubur kaleng-kaleng bekas yang tercecer di sekitar lingkungannya. Puncak serangan DBD itu, kata Heri, terjadi pada Februari dan Maret lalu. (A15-17) |