logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Juni 2007 PANTURA
Line

Kelanjutan IPAL Bersama Dipertanyakan

KAJEN - Kelanjutan pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) bersama industri kecil batik di Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, dipertanyakan warga. Pasalnya, proyek yang dibiayai APBD Provinsi sharing dengan Pemkab Pekalongan sejak November 2006 terhenti.

IPAL baru berbentuk bak resapan yang belum sempurna dengan sejumlah pipa yang belum tersambung ke rumah-rumah warga calon pengguna IPAL.

Camat Buaran, Soehardjo, Kamis (31/5) mengutarakan, sejumlah warganya mempertanyakan kelanjutan proyek tersebut.

Untuk itu, pihaknya meminta agar dinas bisa melakukan koordinasi dengan pihak Provinsi agar bisa melanjutkan pembangunan, sehingga bisa bermanfaat bagi mayoritas warganya yang melakukan usaha pembuatan batik.

Dia juga mengatakan, mengutip berita acara pelepasan hak atas tanah dan pembayaran ganti rugi hak atas tanah tertanggal 27 April 2006, pembangunan IPAL sudah dimulai dengan pembebasan tanah seluas 4.760 m2 yang berlokasi di Simbang Kulon Gang 1.

Tidak Mubazir

Sekretaris Komisi C DPRD Abdul Munir, juga berpendapat, pemkab sebaiknya berkoordinasi dengan pemprov untuk melanjutkan penyelesaian proyek tersebut. Hal itu agar biaya yang sudah terlanjur dikeluarkan tidak mubazir.

"Pemkab kan juga sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk pembebasan tanah. Begitu juga pemprov, untuk pembangunan bak resapan dan pipanisasi," tutur dia.

Selain menyelesaikan pembangunannya, dia juga meminta agar pemkab, melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) memikirkan pengelolaannya.

Pasalnya, menurut dia, jika tidak dikelola dengan baik setelah terealisasi sempurna, dikhawatirkan IPAL akan mangkrak.

Kepala DLHK, Sumarno, mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pemprov terkait penyelesaian proyek itu.

Kata dia, sudah ada lampu hijau dari pemprov untuk melanjutkan proyek tahun ini dengan anggaran sekitar Rp 600 juta. "Kami belum menerima rencana anggaran belanja (RAB)nya. Agaknya hal ini tengah dibahas oleh pihak provinsi," ujar dia.(H26-52)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA