logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Juni 2007 NASIONAL
Line

Jateng Krisis Minyak Goreng


SM/Surya Juli OPERASI PASAR: Operasi pasar minyak goreng oleh Desperindag Salatiga baru-baru ini. (57)

SEMARANG-Persediaan minyak goreng di Jateng ternyata hanya mampu sampai Mei 2007. Sedangkan untuk Juni, belum bisa diketahui apakah masih bisa mencukupi kebutuhan warga atau tidak. Tentunya kondisi itu menyebabkan harga minyak goreng di pasaran masih tinggi.

"Untuk Juni ini belum ada pasokan, sehingga kami tidak bisa melakukan operasi pasar (OP) di daerah-daerah.

Apalagi pasokan minyak untuk Mei sudah habis," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng Banudojo Hastjarjo didampingi Kasubdin Perdagangan Dalam Negeri Edison Ambarura saat di Kantor DPRD Jateng, Kamis (31/5).

Jateng sudah ajukan permintaan tambahan minyak goreng ke Menteri Perdagangan sebanyak 15.000 ton, namun belum ada kepastian.

Dari 35 kabupaten/kota, 10 daerah di antaranya belum digelar OP minyak goreng. Padahal daerah itu sudah mengajukan untuk OP di antaranya Kabupaten Banjarnegara, Temanggung, Kabupaten Semarang, Kabupaten Tegal dan Pekalongan.

"Tentunya kami menunggu. Saya sudah kontak PT BEST - penyalur CPO - katanya memang tidak ada bahan. Saya sendiri tidak bisa berbuat apa-apa dengan kondisi itu," ungkapnya.

Kembali dia mengungkapkan, berhubung Jateng tidak ada pabrik pengolah CPO, maka sedikit banyak masalah minyak goreng menggantungkan pada kebijakan pusat.

Edison menambahkan, menipisnya persediaan minyak goreng terjadi menyusul terhambatnya pasokan CPO dari perusahaan produsen CPO ke PT BEST.

Ternyata yang ditetapkan pengusaha CPO untuk memberikan 1.000 ton CPO kepada pengusaha processing minyak goreng belum terpenuhi seluruhnya. Sehingga CPO yang diolah pabrik (PT BEST) tidak ada.

Masih Tinggi

Dinas Perdagangan tetap akan menjadwalkan OP, bila persediaan minyak goreng di PT BEST tercukupi. Bahkan dua daerah, kata Edison akan digelar OP yakni di Tegal pada 2 Juni dan Blora 4 Juni.

Secara keseluruhan adanya OP di sejumlah daerah masih belum bisa menurunkan harga minyak goreng. Pasalnya kebijakan itu bersifat jangka pendek.

Seperti pantauan di Pasar Johar, untuk harga minyak goreng curah kualitas 1 berkisar Rp 7.800 sampai Rp 7.900/liter. Sedangkan untuk kualitas 2 antara Rp 8.000 sampai Rp 8.800/liter. Namun sampai ke pasar lokal, harga kualitas 2 mencapai Rp 9.000/liter.

Kenaikan harga itu dihitung dengan biaya tranportasi dan harga plastik. (H37,H7-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA