logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Juni 2007 SEMARANG
Line

Seorang Warga Ringinharjo Positif AI

  • Pertama Kali di Grobogan

GROBOGAN-Tanda tanya mengenai kematian Soleh Arif (40), warga Dusun Paiton Desa Ringinharjo, Kecamatan Gubug, Senin (28/5) lalu akhirnya terjawab. Sesuai hasil uji sampel darah yang dilakukan Badan penelitian dan pengembangan kesehatan (Balitbangkes) Departemen Kesehatan Jakarta korban dinyatakan positif terjangkit virus burung Avian Influensa (AI).

Sebelum meninggal, Soleh mempunyai riwayat bersentuhan dan makan daging unggas yang sakit. Korban juga sempat menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit seperti RSUD R Soedjati Purwodadi dan RS Moewardi Solo.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan Palti Siregar di hadapan wartawan Kamis (31/5), membenarkan penyebab kematian korban karena terjangkit virus AI. ''Korban dipastikan meninggal karena AI setelah kita menerima kabar dari Balitbangkes Jakarta,'' kata dia.

Menurutnya, kasus korban meninggal karena AI baru kali pertama terjadi di Grobogan. Meskipun sebelumnya ada beberapa orang yang dicurigai meninggal karena AI dan tidak terbukti. Ditambahkan, dengan adanya kasus tersebut berarti sudah ada delapan orang korban flu burung di Jawa Tengah. Sedangkan secara nasional jumlahnya mencapai 78 orang.

Bertambah Satu

Selain Soleh ternyata ada satu lagi warga dusun setempat yang dicurigai suspect flu burung. Menurut Palti korban bernama Nanik Umah (14) dan sudah dirujuk ke RS Kariadi Semarang. Korban hingga kini masih menjalani perawatan intensif.

Ditambahkan sebanyak 14 tenaga medis Puskesmas Gubug juga diambil sampel darahnya oleh petugas Balitbangkes. Satu di antaranya adalah dokter Puskesmas. Mereka diperiksa setelah sebelumnya sempat merawat korban Soleh dan Nanik. Dengan alasan sama sejumlah perawat di RSUD R Soedjati Purwodadi juga turut diambil sampel darahnya.

Sementara itu Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kamis lalu, menerjunkan tim untuk melakukan penyemprotan disinfektan, pemberian vaksinasi, hingga pemusnahan unggas yang diduga terjangkit flu burung. ''Kita berusaha memotong mata rantai penyebaran virus flu burung,'' kata Kepala Disnakkan Drh Gembong Murdowo didampingi Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmavet Drh Riyanto. (hs-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA