| Sabtu, 02 Juni 2007 | SEMARANG |
SUDUT PANDANGKembangkan Rumah Hemat EnergiPENGAMAT arsitektur dan perkotaan Undip, Dr Ir Eddy Prianto CES DEA, belum lama ini menerima penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, di Gedung Merdeka Bandung. Penghargaan itu berkat hasil penelitiannya berupa konsep rumah hemat energi terkait persediaan listrik nasional yang makin berkurang. Hasil penelitian yang ditemukannya itu berupa desain jendela dengan menggunakan bukaan atas. Dikatakannya, untuk menghemat energi dapat diawali penataan rumah yang bersahabat. Yaitu, dengan cara meminimalisasi penggunaan listrik dan lebih memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki. "Untuk dapat menghemat energi, pemilik rumah harus memperhatikan berbagai aspek yang mempengaruhi penggunaan energi, diantaranya sirkulasi udara, tata cahaya, orientasi bangunan, selubung, dan tata warna," katanya, Jumat (1/6). Bapak dari tiga anak itu mengatakan, iklim sangat mempengaruhi desain rumah agar nyaman dihuni. "Dengan jendela bukaannya di atas, udara yang masuk lebih baik dan mampu menyejukkan ruangan lebih cepat," kata dia. Dosen Fakultas Teknik Undip itu menuturkan, dengan jendela bukaan atas juga dapat menerima sinar matahari dalam jumlah besar. Dengan demikian, pemakaian lampu dengan watt besar bisa dikurangi. "Misalkan, ruangan itu ber-AC, maka ketika listrik padam, jendela yang dibuka akan langsung bisa mendinginkan ruangan karena sirkulasinya yang cepat dari atas ke bawah." Pihaknya menilai desain jendela seperti itu cocok bagi semua jenis rumah, asalkan memiliki halaman luar dan atap yang lebarnya melebihi jendela saat terbuka. Sehingga udara yang masuk bisa lebih sejuk. Dalam situasi tertentu, saat udara dingin atau halaman rumah asri, penggunaan AC bisa dihentikan. "Jika hal itu dapat dipraktikkan mampu mengurangi pembiayaan penggunaan listrik dan cadangan energi yang makin menipis." (Rosyid Ridho-56) |