logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Juni 2007 BANYUMAS
Line

Pupuk Sitaan Dipindah dari Mapolres

PURBALINGGA- Sebanyak 82 ton pupuk Phonska yang menjadi barang sitaan, menghilang dari halaman Mapolres. Hal itu juga menjadi gunjingan warga sekitar Mapolres. Menurut warga, pupuk yang ada di dua truk itu sudah tidak terlihat sejak Rabu (30/5) malam. Sedangkan tiga truk lainnya ikut menghilang, Kamis siang.

Kapolres ABKP Budi Siswanto yang didampingi Kasat Reskrim AKP Mugiman dan Kaur Binops Satreskrim Iptu Senentyo, tersenyum saat ditanya rumor hilangnya pupuk itu.

"Bukan menghilang tetapi dipindah. Pupuk itu kami titipkan ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara atau Rupbasan di Jatisaba," katanya.

Polres menitipkan pupuk itu ke Rupbasan, karena pertimbangan faktor teknis. Antara lain jika terlalu lama pupuk tetap berada di bak truk, dikhawatirkan merusak per truk.

Ketika pupuk diambil, per tidak bisa kembali mengembang seperti semula. Sebab beban tiap truk adalah 16 ton pupuk. Selain itu aspal di halaman Mapolres mulai ambles karena tidak kuat menahan beban kelima truk itu.

"Tempat penitipan di Rupbasan juga lebih layak karena bangunannya berupa gudang berukuran besar mirip gudang beras di Puspahastama di Kedungjati. Jadi pupuk terhindar dari resiko kerusakan kena sinar matahari dan hujan.

Sedangkan kelima truk tetap di Mapolres karena pemiliknya belum kita panggil," ujarnya.

Muatan dua truk, dibongkar pada Rabu malam. Sedangkan tiga truk lainnya pada Kamis siang. Sebelum dibawa ke Rupbasan, jumlah kantong dan berat pupuk itu dihitung dan ditimbang dahulu. Setelah itu baru dibongkar di Rupbasan.

Dasar tumpukan pupuk itu dilandasi dengan papan untuk mencegah jamur dan lembab.

Sementara itu Polisi terus memeriksa sejumlah saksi, terkait dengan kasus pupuk tersebut. Kepala Disperindagkop Gunarto, Kamis (31/5) lalu sudah datang ke Mapolres untuk memberikan kesaksian. Sedangkan Ketua Tim Pemantau Pupuk yang juga Asisten II Sekda Suratno HP dan Kepala Kantor Pelayanan Perizinan dan Investasi (KPPI) Sridadi, rencananya akan dipanggil Sabtu (2/6) atau Senin (4/6).(F10-74)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA