SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Rabu, 30 Mei 2007

Pertemuan formal antara Pemerintah Iran dan Pemerintah Amerika Serikat akhirnya terlaksana di Bagdad awal pekan ini. Itulah pertemuan resmi pertama kali antara kedua negara sejak pemutusan hubungan diplomatik 30 tahun lalu. Karena itu, tidak mengherankan pertemuan tersebut menjadi sorotan utama media massa. Selain karena menjadi sangat bersejarah di tengah kebekuan hubungan diplomatik antara Washington dan Teheran - khususnya dalam isu pengembangan nuklir Iran -,

Proses hukum yang tengah dijalani mantan Menteri Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Rokhmin Dahuri menyangkut dugaan penyalahgunaan dana nonbujeter. Terungkap di pengadilan, dana itu ternyata dibagi ke mana-mana baik kepada partai politik, tokoh ulama sampai dengan tim sukses capres. Dapatlah kiranya dijadikan indikasi dana tersebut tidak transparan pengelolaannya dan cenderung dikorupsi.

FENOMENA Amien Rais mengaku menerima dana nonbudjeter Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) relevan dikaji dengan perspektif hukum. Tujuannya menjawab persoalan apakah dalam sistem hukum Indonesia hanya dengan bermodalkan pengakuan, sudah cukup untuk memvonis seseorang yang mengaku bahwa ia adalah pelaku tindak kejahatan korupsi ?

KEJADIAN ekonomi, politik, dan sosial budaya sering kita jumpai jauh dari nilai-nilai Pancasila. Bahkan cenderung menjatuhkan citra Pancasila sebagai way of life. Ada kesan bangsa ini telah mengambil nilai Barat sebagai pandangan hidup, yakni kapitalis liberal. Pandangan hidup itu ditolak bukan karena berasal dari Barat, tetapi bertentangan dengan Pancasila.

SPA (Semarang Pesona Asia) saat ini begitu hangat diperbincangkan masyarakat di kota Semarang. Termasuk saya, ketika mendapat tugas kelompok mata kuliah Produksi Media Video (PMV). Kelompok saya sepakat mengambil tema tentang SPA. Untuk itulah saya memerlukan berbagi informasi mengenai SPA yang saat ini digembar-gemborkan pemerintah sebagai upaya menjual Kota Lunpia ke level Asia, atau lebih jauh lagi ke tingkat dunia.

SUARA Merdeka Minggu, 15 April 2007 menurunkan berita bertajuk "Menata Kembali Dataran Tinggi Dieng". Intensifikasi tanaman kentang oleh petani lokal, telah membuat kondisi Dieng semakin memprihatinkan. Budi daya tanaman ini menimbulkan kerusakan lingkungan, erosi semakin parah dan saat hujan sering banjir Lumpur, sehingga perlu penataan kembali. Demikian, analisa berita tersebut.

Sebagai orang awam saya tertarik melihat foto Wapres Yusuf Kalla bersama Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro memegang tabung elpiji 3 kg untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat di Kampung Makasar Jakarta Timur. Pemerintah berupaya mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp 30 triliun dengan mengonversi penggunaan minyak tanah ke elpiji.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA