logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 30 Mei 2007 PANTURA
Line

Gudang Pangan Sirampog Mangkrak

  • Dibangun dengan Dana Ingub

BUMIAYU- Gudang pangan di Desa Buniwah, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes sejak dibangun tahun 2002 hingga sekarang tidak berfungsi sebagaimana mestinya, bahkan terkesan dibiarkan mangkrak.

Untuk itu Amir Royani (40), warga Dukuh Karangbenda, Desa Buniwah, Kecamatan Sirampog mempertanyakan status gudang itu. Sebab, ia merasa dirugikan. "Karena tidak berfungsi, sejak gudang itu dibangun 2002 saya tidak mendapatkan manfaat apa-apa," katanya, kemarin.

Dia mengungkapkan, gudang pangan semestinya dibangun di atas tanah milik pemerintah kabupaten. Namun berhubung tidak ada tanah milik pemerintah yang strategis, tanah miliknya di tepi jalan Buniwah dipinjam oleh pemerintah kabupaten. "Karena tidak ada anggaran pembebasan tanah, saya dijanjikan bagi hasil dari pendapatan gudang pangan," tandasnya.

Kini, ia merasa bingung, selain tidak mendapat bagi hasil, tanahnya juga tidak bisa digarap dan dijadikan agunan pada bank karena di atas tanahnya berdiri bangunan milik pemerintah. Camat Sirampog, Abdul Kamid SH melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Juhardi membenarkan gudang pangan tersebut belum dimanfaatkan. Pihaknya tidak berani mengambil keputusan karena saat ini kewenangan gudang pangan ada pada Pemkab Brebes. "Terhadap keberadaan gudang pangan kami sudah berulangkali melakukan sosialisasi kepada para petani agar memanfaatkan gudang pangan, tetapi sejauh ini belum ada hasilnya," kata dia.

Rp 200 Juta

Anggota Komisi B DPRD Brebes, Imam Sairi menyatakan, jauh hari sebelumnya sudah mengingatkan kepada pemkab agar segera membereskan persoalan tanah yang dipinjam untuk gudang pangan. "Ini harus segera diselesaikan. Secepat mungkin pemkab memberi kejelasan dan ketegasan kepada pemilik tanah sehingga persoalannya tidak menjadi berlarut-larut."

Diungkapkan, gudang pangan dibangun melalui dana Instruksi Gubernur (Ingub) senilai Rp 200 juta. Selain di Sirampog, gudang pangan juga dibangun di Kecamatan Bantarkawung, tepatnya di Desa Pangebatan.

"Kami minta agar pengelola gudang pangan dalam hal ini Kantor Pengelolaan Kekayaan Daerah (KPKD) melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian agar gudang tersebut dapat dimanfaatkan. Ini kan sangat aneh, gudang pangan bisa telantar padahal Brebes selatan merupakan sentra pertanian padi," katanya.(tg-17)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA