logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 30 Mei 2007 PANTURA
Line

UPS Dinilai Lengah

TEGAL - Terjadinya kasus pembobolan uang ratusan juta rupiah dengan terdakwa Anwar (22), Agung (25), Olan (25), dan M Rizal (25), salah satunya disebabkan oleh kelengahan Universitas Pancasakti (UPS) Tegal.

Hal itu diakui Kepala Biro Administrasi Perencanaan Sistem Informasi dan Kemahasiswaan (BAPSIK) UPS, Ir Nur Isdarmawan MSi, Senin (28/5). Menurut dia, hal itu terjadi karena slip pembayaran antara yang palsu dengan yang asli nyaris sama.

Sehingga, petugas bagian registrasi kesulitan untuk membedakan. Dia menilai, modus yang dilakukan para pelaku tergolong pintar. Sebab, mereka memanfaatkan kemalasan mahasiswa yang tidak mau repot membayar uang ke bank untuk mencari keuntungan.

Nur Isdarmawan mengatakan, dari hasil penyelidikan, korban bertambah. Sebelumnya 114 mahasiswa, kini menjadi 162 orang. Meskipun demikian, dia belum bisa memastikan berapa jumlah uang yang digelapkan para tersangka. Sebab, saat ini masih dilakukan kroscek antara manajemen UPS dengan Bank BNI 46. "Fokus kami kini adalah memberikan kenyamanan mahasiswa yang menjadi korban, untuk mengikuti kuliah dan ujian secara baik," katanya.

Selain itu, kata dia, untuk mencegah hal itu terulang, sistem kontrol administrasi pembayaran diperketat, dan kini telah dilakukan audit dari Yayasan Pendidikan Pancasakti (YPP). "Kami akan memanggil orang tua mahasiswa yang menjadi korban untuk menyosialisasikan tentang persoalan ini," tandasnya.

Masih Lemah

Di tempat terpisah, Kapolresta Tegal AKBP Drs Iwan A Ibrahim melalui Kasat Reskrim AKP Sugeng SH mengatakan, kasus itu terjadi karena kontrol keuangan di UPS masih lemah. Sebab, dari hasil penyelidikan sebenarnya keuangan sudah berjalan, namun karena fungsi kontrol tidak berjalan sebagaimana mestinya, maka pelaku dengan mudah memanfaatkan kondisi tersebut.

Menurut Sugeng, untuk pengembangan kasus, dalam waktu dekat ini pihaknya akan meminta keterangan ke BNI 46. Itu dilakukan karena bank tersebut telah melakukan kesepakatan dengan UPS. Seharusnya, setiap pembayaran yang terkumpul, jumlah rekening selalu dikroscekkan atau diberitahukan ke UPS.

"Selain itu, kami menemukan bukti pembayaran banyak yang tidak divalidasi. Kalau nanti dalam penyelidikan kami ada oknum BNI yang ikut terlibat, maka bisa kami tetapkan sebagai tersangka. Yang jelas, kami kini masih mendalami kasus ini," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat tersangka pembobolan uang ratusan juta rupiah milik ratusan mahasiwa Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, selain terancam kasus pidana juga terancam kasus perdata. Pasalnya, dari UPS telah berencana akan memperdatakan Anwar, Agung, Olan dan M Rizal, apabila mereka tidak mengembalikan uang mahasiswa yang telah menjadi korban. (H17-15)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA