logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 30 Mei 2007 WACANA
Line

Surat Pembaca

Kompor Sekam

Sebagai orang awam saya tertarik melihat foto Wapres Yusuf Kalla bersama Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro memegang tabung elpiji 3 kg untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat di Kampung Makasar Jakarta Timur. Pemerintah berupaya mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp 30 triliun dengan mengonversi penggunaan minyak tanah ke elpiji.

Saya melihat pula tayangan di teve bahwa di Jateng ada pengrajin yang berhasil membuat dan memasarkan ratusan kompor berbahan bakar dedak/sekam yang cukup berhasil. Tapi sayang, hasil usahanya kurang mendapat perhatian dari media sehingga kompor tersebut beredar di beberapa desa.

Padahal bila kompor dedak dapat diproduksi secara masal dan dibagikan ke desa-desa penghasil padi, maka puluhan triliun rupiah bisa dihemat. Sebagai ilustrasi dapat saya sampaikan, dewasa ini ada 220 juta jiwa penduduk yang berarti 44 juta KK. Sebanyak 70% tinggal di desa, yaitu 30,8 juta KK dan 50% dari mereka tinggal di desa penghasil padi yaitu 15,4 ribu KK.

Dapat dibayangkan, berapa puluh triliun rupiah dapat dihemat bila pemakaian kompor sekam atau kompor dedak ini dapat dipromosikan pemerintah. Kenapa pemerintah hanya berorientasi ke kota?. Semoga Wapres dan Menteri ESDM dapat meminta menindaklanjuti, kenapa tidak ?

H Slamat SM

Jl Pramuka Gg Karya 1 Rajabasa, Lampung

Penanganan Lumpur

Saya prihatin atas musibah lumpur panas Lapindo di Sidoarjo. Meski terlambat di tengah suasana keputusasaan masyarakat mengenai penangannya, saya ingin urun rembug dengan harapan dapat membantu mengendalikan semburannya. Pada Agustus 2006 saya menyurvey lokasi keluarnya lumpur dan telah mengajukan konsep penanganannya ke PT Bakrie & Brother.

Tetapi kemudian saya diminta bergabung dengan Timnas yang dibentuk pemerintah atau tim lain. Maaf, setelah saya mengetahui konsep Timnas agak berbeda, maka saya urungkan diri untuk bergabung. Saya disarankan bentuk tim sendiri yang bersifat independen.

Konsep penanganan luapan lumpur sebenarnya telah disusun secara rinci dalam proposal proyek. Sedang konsep global saya sbb: Ada dua data awal yang bisa dieksplanasikan. Pertama, keluarnya lumpur disebabkan ada lubang (patahan) bekas pengeboran yang tidak tepat (asentris).

Akibatnya menimbulkan celah yang dapat dilalui lumpur karena terdesak oleh uap panas bumi sebesar 5000 m3/hari atau 3,47 m3/menit (info, sekarang sudah mencapai 50.000 m3/hari). Kedua, mengacu pada hal tersebut saya perhitungkan lumpur yang mengalir dari pipa (asumsi, segi empat 50 cm X 50 cm), maka kecepatannya berkisar 13,9 m/menit.

Ada dua upaya yang bisa dilakukan. Secara preventif, dengan menyalurkan lumpur sementara keluar lewat pipa yang disambung dengan pencukup (sekam) berbentuk piramid dengan alas dan tinggi yang ukurannya disesuaikan kebutuhan sekarang dan diletakkan di atas "pelampung lumpur" tepat di atas lubang semburan. Kemudian pipa di atas (di knee) disambung seperlunya.

Kedua, upaya kuratif yakni di sekitar piramid dibendung (dengan bendik) dan setelah itu dicor beton setebal kebutuhan (lebih dari 30 cm) dengan proporsi alkasit/SC. Setelah beton membeku lebih dari 14 hari, katup di atas piramid ditutup. Atau boleh dibuka untuk disalurkan sesuai keperluan (misal lumpur bisa diolah sebagai bahan baku batako).

Sampai saat ini saya belum bisa membentuk tim independen kecuali konsep ini sudah beberapa kali didiskusikan di forum "kumpul-kumpul" Institut Pemikiran (Semarang). Syukur, sudah ada beberapa rekan yang siap mendampingi saya. Melalui rubrik ini saya membuka peluang untuk bekerja sama menangani luapan lumpur Sidoarjo. Niat ini hanya semata demi kebaikan bersama.

Pudjadi (085226217684)

Jl Abimanyu V/57C, Semarang

***

Guru dan Pembinaan

Generasi Muda

Sekolah adalah tempat menuntut ilmu dengan guru sebagai sumber belajarnya. Siswa diajari berbagai mata pelajaran dengan harapan mampu memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sering menyebutkan sebagai kecakapan hidup (life skill). Alih-alih kecakapan hidup yang didapat, siswa diharuskan lulus ujian nasionl (UN) sehingga seakan muara pendidikan di sekolah adalah lulus UN.

Soal siswa memiliki kecakapan hidup, masuk nomor kesekian. Di sekolah terdapat banyak ekstrakurikuler yang intinya akan membentuk generasi muda mandiri dan mampu hidup di masyarakat. Fenomena yang terjadi di lapangan, banyak guru yang mulai enggan berkiprah dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Dalihnya beragam, mulai dari sibuk, mengurus istri, suami anak dan sebagainya. Langkah yang sering ditempuh sekolah, mendatangkan pelatih ekstrakurikuler dari unsur nonguru. Di lembaga pencetak tenaga kependidikan seperti universitas eks IKIP atau IKIP, membina generasi muda belum menjadi salah satu kesadaran mahasiswanya.

Hal itu dibuktikan dengan makin minimnya mahasiswa LPTK yang menekuni bidang pembinaan generasi muda (PGM). Mahasiswanya cenderung sibuk mengejar bahan yang akan digunakan saat mengajar, belum memikirkan bahwa PGM juga merupakan pendukung dan pelengkap dari proses pembelajaran.

Dengan minimnya guru yang berpartisipasi, diikhawatirkan prosesnya hanya berjalan apa adanya. PGM seharusnya berjalan seiring dengan proses pembelajaran di sekolah dan hasil nyatanya dapat dilihat langsung dalam kehidupan siswa sehari-hari.

Tanpa berpartisipasi, bagaimana mungkin guru mengatakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya berhasil. Sebagus-bagusnya tenaga nonguru yang menjadi pelatih ekstrakurikuler, dia tidak akan bisa memantau hasil yang dicapai siswa dalam keseharian di sekolah.

Karena itu seyogianya para kepala sekolah mencanangkan lagi kepada para guru agar tetap turut serta dalam PGM di lingkungan sekolah. Pimpinan universitas eks IKIP dan IKIP juga perlu menanamkan kesadaran kepada mahasiswanya bahwa mendidik siswa tidak cukup di kelas melainkan juga di luar kelas melalui kegiatan ekstrakurikuler

Orangtua juga turut berperan penting dalam pembentukan karakter anak. Bagaimana juga, karakter anak akan terbentuk di lingkungan sekolah, rumah, dan masyarakatnya.

MT Ardiansyah

Kompleks Joglo Unnes, Sekaran

***

Terima Kasih

Toyota Nasmoco

Tanggal 22 Mei 2007, saya diundang bengkel Toyota Nasmoco untuk program pemeriksaan dan pergantian as roda Kijang Innova. Menurut petugasnya, alasan penggantian ditengarai ada ketidaksempurnaan pada mekanisme penggerak roda. Setelah diganti, saya merasakan kendaraan terasa lebih nyaman.

Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada Toyota Nasmoco yang terus-menerus memonitor produk yang telah dipakai konsumen dan bertanggung jawab untuk melakukan penggantian/pemeriksaan tanpa dipungut biaya. Semoga pelayanan yang baik ini juga diikuti produk lainnya sehingga konsumen merasa puas.

Y Sancahyohadi

Jl Menoreh Tengah VIII/15 , Semarang

***

Soal Arogansi Telkom

Setelah keluhan saya dimuat di Surat Pembaca 12 Mei 2007, pihak Telkom 14 Mei 2007 lewat Bapak Rubiyanto langsung datang ke rumah dan menanggapi keluhan saya. Beliau menjelaskan penuh kekeluargaan dan kesabaran mengenai aturan yang ditetapkan Telkom dan segala yang berkaitan dengan permasalahnya. Saya menghargai dan berterima kasih atas tanggapan Telkom untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan baik.

Ayub Haris M

Jl Gatot Subroto 674, Ungaran

***

Penegakan Hukum

Akhir tahun 2006 dan awal tahun 2007 penegakan hukum di Indonesia tampak menonjol dibanding masa sebelumnya. Buktinya banyak pejabat lurah/camat/bupati/gubernur sampai menteri dan anggota DPR/DPRD yang dtangkap. Baik yang sudah lengser atau pensiun serta yang masih menduduki jabatannya.

Mereka yang ditangkap petugas, kebanyakan melakukan tindak korupsi. Masalah korupsi memang bukan berita baru, sebab sudah ada sejak merdeka (bahkan sebelum merdeka). Hanya saja meski Indonesia sebagai negara hukum, yang ditindak dan dipenjara hanya pelaku kejahatan kecil seperti pencuri/copet/penipu saja.

Sedang pelaku kejahatan besar apalagi pejabat tinggi, bisa dikatakan tak pernah ditangkap. Sampai sekarang, oknum pejabat negara yang melakukan korupsi dan pelanggaran hukum lainnya, masih bisa bebas dari jerat hukum.

Tetapi kekayaan dari hasil korupsi tentu tidak langgeng dinikmati sebab setiap saat bisa mencelakakan dan memalukan diri serta keluarganya. Semoga pemerintah bisa meningkatkan penegakan hukum meski tak harus 100 % sebab sudah merupakan budaya.

Metese Mulyono

Jl Kelud Raya 36,Semarang

***

Ingin Promosikan Lagu

Saya ingin membantu adik dan teman-temannya yang masih duduk di bangku SMA. Mereka mempunyai grup band yang rutin berlatih bahkan sudah mencipta beberapa lagu bercorak pop, jazz hasil kreativitas mereka dan sudah direkam dalam CD sebagai master-nya.

Mereka ingin lagu-lagunya dinikmati banyak orang, melalui stasiun radio/TV atau bahkan bisa manggung bila diberi kesempatan. Saya awam, bagaimana caranya mempromosikan lagu-lagu tersebut baik ke stasiun radio/TV yang bersedia memutar/menayangkan lagu-lagu tersebut. Atau bahkan grup band tersebut diajak manggung. Adakah pembaca yang bisa memberikan informasi ?

Ch Yoga Mahardhika (024 7471957)

Jl Kanfer Utara IV/137, Semarang

***

Pemotongan Pohon

Bulan Mei Kota Semarang melakukan pemotongan pohon peneduh jalan. Mengapa justru baru sekarang dilaksanakan padahal sudah memasuki musim kemarau ? Berdasarkan ilmu titen-nya para petani tradisional, untuk pemotongan pohon sebaiknya dilaksanakan pada mangso kapat yang disebut mangso kapat jatuh pada bulan November/Oktober.

Saat itu menjelang masa peralihan sehingga bila ada angin besar pohon tidak mudah tumbang serta gampang semi (bertunas). Pada musim kemarau tunas sudah besar tetapi tidak berbahaya. Pemotongan alangkah baiknya bila diutamakan pada cabang yang ke atas untuk menghindari tekanan angin, sedang cabang yang kesamping dipilih cabang yang besar saja.

Cabang tanggung dan kecil biarkan untuk pelidung jalan saat memasuki musim kemarau. Saya lihat memotongan cabang pohon sekarang cenderung yang ke atas dibiarkan sedang yang ke samping semua dibabat habis. Lihat di Undip Tembalang pada musim kemarau menanam pohon palem.

Katanya asal disirami setiap hari pasti hidup (coba amati yang cermat), pohon yang ditanam di musim kemarau akan mendapat serangan panas dari bawah tanah yang hanya kena air sebagian sedang dari atas mendapat serangan udara dan sengatan matahari. Mana mungkin bisa hidup?

Soerjanto

JI Cerme Raya 9 RT.2/RW 2, Semarang

***

Intan Nusa Life

Saya nasabah asuransi Intan Nusa Life No Polis 9209 C 23274 per 1 September 1992 s.d 31 Agustus 2006 (14 tahun) merasa kecewa atas pelayanannya karena tidak menepati janji yang telah disetujui bersama seperti yang tertulis dalam polis. Saya sudah selesaikan semua kewajiban dengan membayar premi sampai lunas/selesai.

Tetapi setelah memenuhi kewajiban, ada pengumuman mulai 1 Desember 2005 semua bentuk pelayanan baik pembayaran premi maupun penerimaan klaim dilakukan langsung ke kantor pusat Jakarta PT Asuransi Jiwa Intan Nusa Life Financial di Gedung Nucira Lt 3 Jl MT Haryono Kav.27 Jakarta Selatan telp. (021) 8307583/8307584

Atau ke direktur Bapak Boni di 0813113 93 545, Regional Manager Jateng Bapak A Leo Andry 081325249314/081380813855. Tetapi apa yang terjadi setelah saaya hubungi, mereka berdua tidak bisa memberi jawaban pasti. Bahkan saaya telah minta ke PT Asuransi Jasindo tapi jawabannya sama tunggu... dan tunggu.

Menurut Bapak Suwalno (bag penagihan) di Solo, uang premi sudah disetor ke Jakarta tetapi klaim susah dibayar Bagaimana ini, apa bener asuransi ini sudah bangkrut ?. Mohon segera direalisasi.

Elly Wirianti Sulistyo

Kateguhan RT 10/RW 3 Sawit, Boyolali

***

Awal yang Salah

saat Negeri Susah

Akhirnya reshuffle tahap dua yang begitu "sakral" selesai juga. Masyarakat kembali tenang beraktivitas tanpa terganggu dengan tayangan sinetron berdurasi terpanjang dalam sejarah republik ini dan berakhir dengan bongkar pasang 4 menteri berikut 1 jaksa agung. Seperti biasa, proses yang pastinya telah menghabiskan energi baik materi maupun nonmateri.

Bahkan sampai kini tidak lepas dari masifnya komentar dan kritik dari berbagai pihak. Yang penting semua harus dalam bingkai demokrasi taat hukum yang mengutamakan check and balance. Tetapi ada sisi lain yang sederhana namun cukup merisaukan.

Bagi saya, kalau tidak segera diwaspadai dapat mengancam masa depan kepemimpinan menteri dan mengorbankan 200 juta penduduk negeri ini. Masyarakat melihat perilaku para menteri terpilih, keluarga dan lingkar intinya.

Selama proses penantian sampai penetapan nama, suasananya terlihat penuh harap, haru, rasa syukur, ramai peluk cium dan bising dengan hiruk pikuk ucapan selamat. Bahkan ada kerabat dekat seorang menteri yang sujud syukur.

Ketika fenomena ini saya diskusikan dengan pimpinan di lembaga tempat saya kerja, beliau menyayangkan perilaku tersebut, Sejatinya perilaku itu memang tidak sepenuhnya salah tetapi semua sepakat bahwa mengurus bangsa dengan 36 juta rakyat miskinnya sangat sulit dan butuh kerja keras serta integritas yang luar biasa.

Amanah seorang menteri dan jaksa agung harusnya bukan dimaknai sebagai anugrah Tuhan, tetapi jauh lebih besar dari itu. Jabatan adalah ujian besar dari Yang Maha Kuasa dan mudah menjelma menjadi fitnah kehidupan ketika mereka tidak terampil dalam mengelola kepemimpinan sesuai track yang mengaturnya.

Buah dari ketidakterampilan telah dirasakan oleh para menteri terdahulu, yang akhirnya memaksa dirinya beserta keluarga dan kerabatnya terjerat kasus hukum. Hal inilah yang membuat saya risau dan berharap rasa syukur yang terlihat berlebihan tersebut tidak berarti juga berlebihan dalam mengharap "balik modal" dari pejabat baru tersebut.

Menteri memang penterjemah, bila masyarakat menginginkan kondisi bangsa baik, memang, 2,5 tahun bukanlah waktu ideal untuk dapat berubah. Tetapi peran mereka begitu penting dalam mengarahkan masa depan bangsa lewat institusi yang dipimpinnya. Jadi kenapa mengawali dengan cara salah. Mohon dijadikan renungan.

Win Prakoso

Jl Taman Blimbing 22, Semarang

***

Nada Sapa Ring Indosat

Saya ikut nada sapa i ring/nada tunggu Indosat 21 Maret 2007 dengan biaya Rp 5.500, plus PPN 10 persen yang habis 21 April. Tanggal 21 April aku mendapat sms dari Indosat bahwa nada i ring dapat diperpanjang pada 23 April 2007 dengan biaya Rp 5.500 dan PPN 10 persen tapi saya milih berhenti saja.

Anehnya sms saya untuk berhenti dijawab, maaf nomor Anda tidak terdaftar sebagai nomor Mentari/Matrix. Padahal saya sudah menggunakan Mentari 8 tahun kok nomor saya tidak dikenal. Jadi terpaksa saya ikut nada i ring lagi di bulan April. Kepada pengguna nomor Mentari, hati-hati jangan terpengaruh iklan/janji operator telepon selular.

Uang Anda akan dipaksa ikut nada sapa tersebut. Kepada pemerintah mohon ditera ulang tarif telepon ponsel, apa betul operator menggunakan tarif sesuai iklan/janji/tarif resmi. Kalau pom bensin aja bisa ditera ulang, mengapa pulsa/biaya percakapan ponsel tidak bisa.

Budi Kurniawan (08156566250)

Jl Wologito Raya 47, Semarang


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA