logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 30 Mei 2007 NASIONAL
Line

Tiga Rumah Dirusak Massa

  • Penghuni Diduga Terlibat Pencurian

SM/Sudarman DIJAGA POLISI: Sejumlah polisi masih berjaga-jaga di sekitar tiga rumah yang dibakar massa di Desa Slukatan, Mojotengah, Wonosobo, kemarin. (57)

WONOSOBO- Tiga rumah yang diduga milik pencuri di Dusun Bismo, Desa Slukatan, Mojotengah, Wonosobo Selasa sore dirusak massa. Kejadian tersebut berlangsung ketika ketiganya, Sumardi (40), Samsul (38), dan Turmudi (32), sedang diperiksa di Polres Wonosobo. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Senin dini hari (28/5), ketiga orang yang diduga sering mencuri itu, ditangkap polisi. Mengetahui kabar itu, sejumlah warga mendatangi Polres Wonosobo.

Mereka minta agar tersangka tidak diizinkan kembali ke desa tersebut. Warga beranggapan bahwa ulah ketiganya sudah meresahkan. Senin sore, massa yang diduga jengkel mendatangi rumah ketiganya.

Mereka melampiaskan kemarahan dengan membakar habis sebuah rumah dan merobohkan dua rumah yang dihuni keluarga tersangka. Saat amuk terjadi, bangunan itu kosong. Penghuni yang lain sudah mengungsi ke rumah kerabat.

Setelah kejadian tersebut, aparat dari Polsek Mojotengah dan Polres Wonosobo mengamankan tempat kejadian dan berjaga-jaga di kawasan tersebut. Polisi juga sudah menyisir desa tersebut.

Warga Diperiksa

Kapolres Wonosobo AKBP Drs Edy Suryanto didampingi Kasatreskrim AKP Imam Suparyanto mengatakan, beberapa warga Dusun Bismo saat ini sedang dimintai keterangan. Mereka diduga mengetahui atau melihat peristiwa pembakaran dan perusakan rumah.

Polisi menemukan beberapa batang bambu maupun benda lain yang diduga digunakan untuk merobohkan atau merusak rumah itu. Kasus dugaan pencurian maupun kasus pembakaran dan perusakan rumah, kini sudah ditangani.

Ny Ngamah, istri Samsul mengatakan, suami maupun dua kakaknya adalah buruh tani dan bukan pencuri. Dia merasa sangat terpukul mengetahui rumah tempat bernaung bersama empat anaknya telah roboh. "Saya tidak melihat kejadian pembakaran atau pun perusakan rumah kami. Saat itu saya dan anak-anak mengungsi di rumah kerabat," tutur Ny Ngamah sambil menangis.

Waris, saudara kandung tersangka juga sedih menyaksikan kenyataan pahit yang dialami keluarganya. Meski rumahnya bersebelahan, Waris mengaku tidak tahu peristiwa tersebut. Sebab saat itu dia sedang di rumah kerabatnya. (P55-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA