| Rabu, 30 Mei 2007 | NASIONAL |
Hari Ke-2 Penahanan Bupati SemarangDepresi, Penyakit Maag Menyerang
SENIN (28/5) wajah-wajah sejumlah pejabat dan ulama yang mengiringi Bupati Semarang Bambang Guritno di Kejari Ambarawa, hanya bisa tertunduk. Mereka diam dan seolah memendam seribu tanya, usai Kejati memutuskan untuk menahan bupati di LP Ambarawa. Kenyataan itu terus menyita perhatian banyak pihak. ''Ah, apa benar bupati ditahan. Maksud saya tidak seperti itu dan bayangan saya tidak sejauh itu. Ya, memang saya ingin ada proses hukum terkait kasus buku ajar 2004 tapi masak sampai ditahan, wah kasihan dia,'' kata seorang anggota DPRD setempat yang meminta tidak disebut identitasnya. Selang sehari setelah ditahan, kesehatan bupati terganggu. Karena kesehatannya, bupati belum bersedia dijenguk dan diwawancarai wartawan. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, bupati yang akrab disapa BG ini mengalami gangguan pencernaan. ''Semalam (Senin (28/ 5 malam) beliau sempat muntah. Pemeriksaan lanjutan akan dikonsultasikan dengan RSU Ambarawa,'' kata dokter Saptari Apriliani petugas medis Puskesmas Ambarawa yang memeriksa kesehatannya, di LP. Menurut salah seorang ajudannya, penyakit maag bupati kambuh. Diketahui, bupati mengidap penyakit maag kronis lebih dari lima tahun. ''Kemarin gara-gara makan sambal dan ditambah depresi maka Bapak sekarang sering muntah kalau makan. Bapak juga butuh infus,'' kata ajudan yang enggan disebut namanya. Kabag Humas Suparjo SH mengatakan, ''Kesehatan Bapak belum memungkinkan untuk bertemu dan memberikan keterangan kepada wartawan. Kami meminta pengertian pers.'' Menurutnya, kinerja PNS tidak terganggu dengan kasus ini. Hingga kemarin, sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, para pendukung bupati dari LSM dan pondok pesantren, dan sebagian anggota DPRD tampak hadir di LP Ambarawa. Dua putra bupati yang memberi dukungan moral kepada ayahnya juga terlihat gundah dengan kenyataan ini. Dijamin Aman Terkait dengan penahanan bupati, Wakil Bupati Semarang Hj Siti Ambar Fathonah mengatakan, pihaknya masih menjalin komunikasi intensif dengan BG dalam rangka menjalankan roda pemerintahan. ''Kami masih koordinasi terutama menyangkut kebijakan penting. Kami tetap menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah,'' kata Ambar. Menurut dia, pihaknya tidak akan terlalu sering melakukan mutasi selama bupati dalam masa tahanan. Tapi dia hanya memutasi pejabat sesuai kebutuhan. ''Pada prinsipnya sekarang biar ada ketenangan PNS dalam menjalankan tugasnya. Jangan sampai pelayanan terabaikan,'' kata Ambar. Dia berharap agar persoalan tersebut segera selesai sesuai prosedur hukum. Menurut keterangan Kepala Kesatuan Pengamanan LP Ambarawa Drs Raden Hadiwismobudi Bc IP, saat ini bupati ditempatkan di ruang mapenaling atau ruang untuk masa pengenalan lingkungan (karantina). ''Maksimal satu bulan di karantina. Jika dipandang bisa menyesuaikan diri, bisa membaur, dan tidak ada yang mengganggu, baru dinaikkan ke sel atas,'' kata pria yang akrab disapa Pak Raden ini. Dia menegaskan, belum ada ruang tahanan khusus untuk bupati karena semua disamakan. ''Untuk kasur bupati kami perbolehkan membawa sendiri. TV sudah disediakan di LP untuk ditonton bersama-sama penghuni lain,'' jelasnya. Soal penjagaan, dia menambahkan, seorang personel berjaga di lantai bawah. ''Yang penting situasi aman dan kondusif. Bupati tidak perlu khawatir, saya jamin aman,'' tuturnya. (Rony Yuwono-46) | ||||