| Rabu, 30 Mei 2007 | NASIONAL |
JELANG PILGUB 2008Tamzil Lamar Rustriningsih
SEMARANG- Bakal calon Gubernur dari PPP HM Tamzil melamar Bupati Kebumen Rustriningsih untuk berpasangan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2008. Manajer Tamzil Fans Club (TFC) Jateng Widyarsakto berharap, jika dua kekuatan itu sepakat bersatu, perjalanan Bupati Kudus menuju kursi gubernur akan lancar. "Pertimbangan pinangan itu melalui proses yang matang, kegiatan itu telah berlangsung di Kebumen, baru-baru ini. Rustriningsih merupakan tokoh perempuan yang simpatik. Maka, jika keduanya bergabung, sambil 'sarungan' pun kami optimistis akan menang," katanya didampingi Manajer HM Tamzil Center, Daryanto di kantor lembaga itu Jl Majapahit 225 B Semarang, Selasa (29/5). Dia mengatakan, TFC sudah terbentuk di 35 kabupaten/kota dengan beranggotakan tokoh masyarakat, agama, pemuda, wanita, pengusaha dan relawan 340 orang. Sejauhmana respons Rustriningsih, Widyarsakto enggan membeberkan. Ia hanya mengatakan proses peminangan wanita bupati yang memiliki basis di Jateng Selatan itu sudah terlaksana. Dia juga mengklaim Tamzil telah menguasai daerah Pantai Utara (Pantura), sehingga apabila dua kekuatan itu digabung diharapkan kekuatan yang terhimpun dalam Pilkada cukup besar. Daryanto menambahkan, di wilayah Pantura nama Tamzil sudah dikenal kalangan kiai, ulama, dan kelompok masyarakat lain. Bibit Maju Setelah gagal maju dalam Pilgub DKI, Letjen TNI (Purn) Bibit Waluyo mulai "geser kemudi" dengan menjajal maju dalam Pilgub Jateng 2008. Mantan Pangdam IV/Diponegoro itu telah melakukan pendekatan dengan sejumlah partai, salah satunya PKS. Ketua Tim Penjaringan Calon Gubernur DPW PKS Jateng Muhammad Haris mengakui partainya sedang didekati oleh Bibit. "Hari ini (kemarin) kami adakan pertemuan dengan Pak Bibit. Beliau memang berniat maju dalam Pilgub Jateng. Setidaknya melakukan penjajakan dengan partai yang bisa mengusungnya," katanya. Menurut Haris, pemahaman Bibit dalam mengenal seluk-beluk Jateng tidak perlu dipertanyakan lagi. Sebelum menjabat Pangkostrad dan Pangdam Jaya, dia sudah pernah menjabat Pangdam IV/Diponegoro, sehingga sudah tahu apa yang diinginkan warga Jateng. Dalam pertemuan dengan Bibit, Haris mengemukakan untuk bisa mengusung calon gubernur, PKS harus berkoalisi dengan partai lain. Mengingat perolehan suaranya kurang dari 15 %. Anggota Tim Penjaring Cagub PKS, R Sukoco mengatakan partainya tidak akan menghalang-halangi siapa saja yang berniat bertarung memperebutkan jabatan itu. Di lain pihak, Angkatan Muda Demokrat Indonesia (AMDI) Jawa Tengah mendukung sikap Ir Budi Santoso yang menyatakan tidak maju sebagai calon gubernur dalam pemilihan gubernur (pilgub) 2008. Terlepas dari kekecewaan partai yang telah meliriknya, sikap yang diambilnya dinilai tepat dan terpuji."Ini menunjukan Budi Santoso sangat paham terhadap tugasnya sebagai anggota DPD dengan program lima tahun ke depan, untuk membangun Jawa Tengah," kata Ketua AMDI Jateng Nicky Kalengkongan SE, di sekretariatnya kemarin. (H7,H37,E4-77,32) |