logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 30 Mei 2007 KEDU & DIY
Line

Peralatan Masih Rusak, Nelayan Belum Melaut

GUNUNGKIDUL - Walaupun gelombang pantai selatan sudah kembali normal, namun hingga Selasa (29/5), nelayan belum melaut. Hal itu disebabkan peralatan yang selama ini dipergunakan rusak diterjang gelombang pasang.

Sampai saat ini mereka belum mempunyai peralatan setelah perahu dan jaringnya rusak serta hilang beberapa waktu lalu. Untuk mengisi kesibukan, selama ini hanya memperbaiki jala ataupun perahu mereka yang rusak.

"Beberapa nelayan terpaksa masih belum bisa melaut karena perahunya rusak. Sebagian besar nelayan yang sudah melaut juga hanya membawa peralatan seadanya,'' kata Ngatno, Koordinator Nelayan Pantai Baron, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (29/5).

Biasanya sekali melaut, lanjut dia, satu perahu membawa 25 sampai 50 jaring. Tapi karena banyak yang hilang, terpaksa hanya membawa lima sampai tujuh jaring. Itu pun sebagian jaring mereka ada yang sudah rusak.

Menurut Ngatno, semua ini disebabkan karena terbatasnya alat tangkap ikan yang dibawa, sehingga perolehan nelayan juga turun drastis. Padahal saat ini, ujar dia, musim ikan bawal sudah datang. Ikan bawal, tambahnya, punya nilai jual cukup tinggi dibanding ikan jenis lain.

Keuntungan Kecil

Pada kondisi normal dengan membawa 40 jaring, ucap dia, nelayan mampu membawa pulang hingga 100 kilogram ikan. Tapi dengan peralatan yang terbatas hasil tangkapan rata-rata hanya 30 hingga 50 kilogram.

"Harga ikan bawal ukuran setengah kilogram ke atas sekarang mencapai Rp 50.000 setiap kilogramnya. Tapi karena hasil tangkapan tidak cukup banyak, keuntungan nelayan menjadi kecil sebab harus dikurangi biaya operasional," tutur dia.

Para nelayan di Gunungkidul, lanjut dia, sampai saat ini berharap pemerintah membantu perbaikan perahu dan pengadaan jaring. Pada pertengahan Mei lalu, gelombang pasang di laut selatan telah merusakkan lebih dari 20 perahu di Pantai Baron Gunungkidul. Adapun jaring nelayan yang hilang mencapai 743 buah dengan total kerugian Rp 800 juta. Bagi nelayan tradisional kerugian ini sangat besar.

Sementara itu, koordinator nelayan di Pantai Samas Kabupaten Bantul Rudjito menuturkan, meski belum semua nelayan melaut karena perahu rusak, namun nelayan tetap mencari ikan. Sebagian, tutur dia, hanya mengandalkan pancing dan sebagian lagi menjaring ikan dari pinggir pantai. (sgt-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA