SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Senin, 28 Mei 2007

Masih sulit ditebak, ke mana arah kisruh dana nonbujeter Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP). Bola yang ditendang Amien Rais menggelinding liar, menciptakan "chaos". Bola Amien mengajak kita menebak-nebak, karena pergerakan hukum dan politik tampaknya akan bercampur secara panas. Dari sisi hukum, jelas,

Setelah Sabtu lalu kita peringati setahun bencana gempa di DIY dan Jawa Tengah, maka besok tanggal 29 Mei 2007 tanpa terasa sudah setahun persis juga bencana lumpur Lapindo Brantas di Sidoarjo Jawa Timur. Berbeda dengan gempa yang terjadi sekali,

SANGAT disayangkan baru beberapa hari Hendarman Supandji menjabat Jaksa Agung, ia sudah "kesrimpet" oleh masalah proses pengadilan pelanggaran HAM berat. Saya kira, waktu itu Jaksa Agung bicara sebagai seorang jaksa profesional, tetapi dalam atmosfer sekarang, rupa-rupanya modal profesional saja tidak cukup. Mudah-mudahan Hendarman belajar dari pengalaman tersebut.

MARAKNYA kriminalitas korupsi, manipulasi, pornografi, pornoaksi serta lunturnya budaya unggah-ungguh merupakan indikasi pendidikan budi pekerti pada generasi muda kurang berhasil. Bila menyimak acara TV entah itu Sergap, Buser, atau sinetron yang mengumbar aurat, sebagai orangtua tentunya kita prihatin. Ternyata, di masyarakat kita betapa suburnya kemungkaran yang sangat membahayakan generasi mendatang.

RENCANA pemerintah membagikan lahan secara gratis kepada rakyat miskin atau reformasi agraria merupakan gagasan cerdas. Jika jadi terealisasi maka hal tersebut tak ubahnya oase yang memercikkan harapan kehidupan di tengah semakin seringnya penggusuran mengatasnamakan pembangunan dan revitalisasi kota.

TANYA:Prof Amin, setelah mengikuti pelatihan shalat khusyuk, saya mudah sekali untuk shilatun (nyambung) dan merasa dzauq (rasa intuitif), tetapi hati saya masih tertarik terhadap lawan jenis yang agamis (alim) seperti sebelum saya mengikuti pelatihan. Hanya takwa saja yang bisa membentengi diri saya. Kapan hati yang khusyuk bisa membendung bisikan hati tersebut.

MENINGKATNYA angka kemacetan lalu lintas di jalan raya khususnya di Jateng, sudah saatnya Pemerintah Provinsi Jateng tidak cuma membidik dan mengembangkan lalu lintas berbasis jalan raya. Misalnya dengan menambah populasi jalan tol atau melebarkan jalan.

Survey membuktikan 80% dari 1000 responden sanggup dan bersedia serta senang hati menjadi koruptor kelas kakap asal ditempatkan di instansi basah atau diberi kekuasaan sebagai pejabat. Jika dapat mengorup uang Rp 54 miliar, paling dihukum 4 tahun.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA