| Senin, 28 Mei 2007 | SEMARANG |
Tukang Pijat Tewas di KosSEMARANG- Warga Jl Mangga 15 RT 2 RW 5 Srondol Wetan, Semarang, Minggu (27/5) pagi dibuat gempar. Pasalnya, seorang tukang pijat, Mulyasih (68), warga Jl Bumbungan Tom, Semarang Tengah, ditemukan tewas di kamar kosnya. Korban selama ini tinggal di rumah kos milik Kumliah (40). Korban yang diduga keracunan makanan itu, saat ditemukan, tubuhnya membiru, serta mulut dan hidungnya mengeluarkan buih busa. Dari kamar korban, polisi menemukan sisa makanan berupa dua bungkus nasi dan lauk pauk. Setelah dilakukan pemeriksaan anggota Polsek Banyumanik dan Polres Semarang Selatan, jenazah korban dibawa ke kamar mayat RS dr Kariadi Semarang. Salah seorang saksi mata, Ny Kodiarso (45) warga Perumahan Pudak Payung Indah mengatakan, pukul 10:30 dia datang ke rumah kos korban. ''Saat mengetuk pintu kamarnya tidak ada jawaban. Padahal, di depan pintu ada sandal yang biasa dipakai Mulyasih. Tetangga samping rumah pun mengatakan kalau dia berada di rumah,'' kata Ny Kodiarso. Sebelumnya, Kodiarso menjelaskan, dirinya memang kerap memanggil Mulyasih, yang sudah dua tahun kos di rumah itu. Terutama untuk datang memijatnya. Karena penasaran, saksi kemudian melihat kamar korban melalui jendela yang masih terbuka. ''Saya lihat Mulyasih ada di dalam kamar, namun kok kondisinya mencurigakan. Saya lalu memberitahukan kejadian itu kepada warga sekitar,'' terangnya. Selanjutnya, warga yang berdatangan itu memberanikan masuk ke kamar korban. Mulyasih ditemukan warga dengan kondisi mengenaskan, dari mulut dan hidungnya keluar buih dan tubuhnya membiru. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Mapolsek Banyumanik dan Polres Semarang Selatan. Di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Polisi menduga korban meninggal karena keracunan makanan. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, jenazah korban dibawa ke kamar mayat RS dr Kariadi Semarang. Polisi juga akan memeriksa dua bungkusan nasi dan lauk di kamar korban. "Diduga korban meninggal akibat keracunan makanan, namun kasus ini masih tahap penyelidikan," kata Kanit Reskrim Polsek Banyumanik, Iptu Sumantri. (apr, H21-56) |