| Senin, 28 Mei 2007 | SEMARANG |
Pemilihan Ketua DPC PKB MolorSALATIGA- Muscab PKB Kota Salatiga dengan agenda utama pemilihan ketua DPC, Minggu kemarin, molor dari jadwal selesai pukul 17.00. Sebab, dalam penyusunan tata tertib (tatib) pemilihan ketua, dinilai melanggar AD/ART sehingga merugikan calon ketua lainnya. Sumadi, ketua forum pengurus ranting dan anak cabang DPC PKB yang mendukung Sri Yuliani mengatakan, ada sejumlah pasal dan poin-poin dalam tatib yang tidak sesuai dengan AD/ART PKB. Akibatnya, calonnya terganjal dalam pemilihan tersebut, sehingga pihaknya meminta agar pasal-pasal itu dihapus. Selain itu, tatib yang telah disusun oleh panitia muscab tersebut tidak melibatkan panitia dari kubu Sri Yuliani, sehingga pihaknya merasa dirugikan. Dalam muscab tersebut Sumadi menyayangkan pula jika peserta dari anak cabang dan ranting belum terdata. Karena itu, perlu didata ulang. ''Beruntung DPP mau menerima aspirasi kami,'' kata Sumadi. Sekretaris panitia muscab Insan Mahmud mengatakan, mundurnya muscab dari jadwal, karena terjadi pembahasan masalah tatib yang sangat dinamis dengan melibatkan banyak orang. Menurutnya, hal itu adalah suatu yang biasa dan sering terjadi dalam kegiatan sejenis. Soal adanya pasal yang tidak sesuai dengan AD/ART, dinilainya karena tatib yang dibuat panitia baru merupakan draf, sehingga perlu pembahasan bersama dalam muscab tersebut. ''Kami sudah bertindak terbuka dengan mengajak semua peserta membahas tatib bersama-sama, karena yang disodorkan awal baru draftnya saja.'' Diharapkan muscab bisa selesai malam itu juga dan terpilih ketua DPC PKB baru. Disinggung soal dukungan terhadap dirinya yang juga ikut dalam pemilihan ketua DPC PKB Kota Salatiga, Insan mengatakan, dukungan terhadap dirinya cukup kuat. ''Kita lihat saja nanti,'' ujarnya. Hingga berita ini ditulis proses pembahasan tatib masih berlangsung. (H2-37) |