| Senin, 28 Mei 2007 | SEMARANG |
Rencanakan Anak Pintar sejak JaninSEMARANG - Bukan hal aneh, seorang anak dapat dididik dan dirangsang kecerdasannya sejak masih dalam kandungan. Malahan sejak janin, orang tua dapat melihat perkembangan kecerdasannya. Untuk melihat hal itu, orang tua harus memperhatikan beberapa aspek, antara lain terpenuhinya kebutuhan biomedis, kasih sayang, dan stimulasi. Di antara itu, upaya stimulasi atau merangsang untuk memperkenalkannya dengan suatu pengetahuan atau keterampilan baru sangat penting dan mendasar bagi peningkatan kecerdasan. Demikian salah satu pembicara, Psikolog Probowati Tjondronegoro SPsi dalam seminar merencanakan anak sehat dan cerdas dari tinjauan medis dan psikologi, Minggu (27/5) di Wisma Katarina, Semarang. Dua pembicara lainnya Dr JC Susanto SpA dan Florentinus Nurtitus SSiT. ''Janin bukan merupakan mahluk pasif. Sejak dalam kandungan, sudah dapat bernapas, menendang, menggeliat, bergerak, menelan, mengisap jempol dan aktivitas lainnya,'' katanya dalam seminar yang diadakan Instalasi Gizi RS Elisabeth itu. Pembicara lainnya, Ahli Gizi RS Elisabeth Florentinus Nurtitus SSiT menengaskan, otak manusia yang terdiri atas sekitar 100 miliar sel neuron dengan fungsi masing-masing, dibentuk saat masih berupa janin. Kesempurnaan pembentukan dan tumbuh kembang otak tergantung pada keadaan gizi dan kesehatan ibunya. Stimulasi atau rangsangan, jelas Probowati, berperan untuk meningkatkan fungsi sensoris, motorik, semosi sosial, bicara, kognitif, mandiri, dan kreativitas. Selain itu mampu pula merangsang sel otak. Beberapa Cara Untuk merangsang janin ada beberapa cara, seperti dengan mendengarkan musik, diajak bicara dan diberi elusan penuh kasih sayang. Orang tua juga perlu mengajarkan bagaimana cara bersosialisasi dengan dunia luar, ketika masih dikandungan. Selain musik, ajakan bicara sang ibu, menurut psikolog yang juga Humas RS Elisabeth, sangat diperlukan bagi perkembangan otak. Semakin dini dan semakin lama stimulasi ini, maka semakin besar manfaatnya. ''Respon terhadap suara dan vibrasi dimulai pada usia 26 minggu masa kehamilan. Dan meningkat sampai akhirnya menetap di usia 32 minggu,'' katanya. Yang perlu diperhatikan, stimulasi yang dilakukan ini perlu melakukannya dengan bijaksana. ''Jangan sampai orang tua terlalu bersemangat merangsang janinnya, sehingga lupa kebutuhan janin.''(B14-18) |