| Senin, 28 Mei 2007 | SEMARANG |
Kampanyekan AntinarkobaLAZIMNYA, seseorang yang mengampanyekan perang narkoba dilakukan dalam seminar atau membagikan brosur di jalanan. Namun itu tidak berlaku bagi Latief YP (35), pria asal Desa Karang Besuki, Sukun, Malang Jawa Timur ini berkeliling Indonesia naik sepeda kebo yang sudah usang. Ketika mampir kantor Suara Merdeka di Jl Pandanaran 30, Minggu (27/5), dia mengatakan, tujuannya berkeliling Indonesia adalah untuk mengampanyekan bahaya narkoba kepada generasi muda, terutama pelajar. "Saya mendatangi banyak sekolah. Setelah mendapat izin dari pihak sekolah, saya menceritakan bahaya narkoba yang pernah saya alami, termasuk juga kemungkinan tertular AIDS maupun HIV," katanya. Diceritakan, dari rumahnya di Jalan Raya Candi II/11 Desa Karang Besuki, Kecamatan Sukun, Malang, dia memulai perjalan panjang ini. Latief yang mengaku bisa lepas dari narkoba 1994 itu menjelaskan, dari Malang dia menuju Sidoarjo, Surabaya, menyeberang ke pulau Madura. Setelah itu kembali lagi ke Surabaya meneruskan perjalanannya ke Bangil, Probolinggo, dan Ngawi. "Kendala yang sering saya alami di perjalanan yaitu ban bocor dan stang sepeda putus. Saya tak bisa menghitung lagi, puluhan kali ban bocor," kata Latief yang memulai perjalanannya dua bulan lalu. Bapak dari enam anak itu menambahkan, dia masuk Jateng dari Ngawi ke Sragen. Selama di Jateng, kota yang sudah dilaluinya antara lain Surakarta, Klaten, Yogyakarta, Magelang, Temanggung. Dari Temanggung menuju ke Kota Lunpia. "Saya tiba di Semarang, Sabtu (26/5) dan malamnya istirahat di Kodim," kata dia yang mengaku selalu istirahat di kantor polisi maupun instansi-instansi pemerintah. Setelah di Semarang, dia akan bertolak ke Jakarta melalui jalur pantura. "Besok (hari ini-Red), saya akan memulai perjalanan ke Jakarta," ujar dia yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak. (Rosyid Ridho-18) |