logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 28 Mei 2007 SEMARANG
Line

Jalan Kelud Raya Banyak Lubang

SEMARANG- Para pengguna jalan yang melintas di Jl Kelud Raya perlu ekstra hati-hati. Pasalnya, kondisi itu bergelombang dan banyak lubang. Meski jalan tersebut banyak ditambal namun lubang menganga terlihat di sejumlah titik.

Dari pantauan Suara Merdeka, Minggu (27/5), setidaknya terdapat lebih dari 20 titik lubang besar dan kecil, mulai dari traffic light Kaligarang hingga sebelum Pasar Sampangan. Tak hanya itu, jalan yang tidak rata dan bergelombang, ditengarai sering menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Seperti dialami Muslih (41) yang tinggal di daerah Unnes Gunungpati. Setiap hari ia harus melalui Jl Kelud Raya untuk menuju tempat kerjanya di kawasan Sampangan. ''Beberapa kali saya terjatuh, gara-gara menghindari lubang jalan. Bahkan pernah terperosok di lubang jalan''. Lalu lintas pun semakin ramai. Terutama pagi pada jam-jam kerja dan sekolah, yang makin menambah arus di kawasan Sampangan itu padat pengguna jalan.

Muslih menambahkan, meskipun dirinya sudah berhati-hati, namun ada pemakai jalan lain yang seenaknya ngebut di jalan yang bergelombang itu. Akibatnya, sering terjadi kecelakaan. Adi Nugroho (43), pengguna jalan yang tinggal di Mangkang juga berharap Jl Kelud Raya segera diperbaiki. '' Selain lubang, jalan bergelombang, keberadaan pohon akasia di sana, akarnya bisa merusak jalan,'' katanya. Karena itu, pihaknya mendesak Pemkot agar memperhatikan masalah itu.

Tri (28) penjual buah di dekat Auditorium Unnes mengaku, di jalan tersebut memang sering terjadi kecelakaan. Lalu lintas yang kian padat makin menambah ruwet jalan yang bergelombang itu. ''Mungkin butuh lampu lalu lintas lagi, sehingga pengguna jalan bisa lebih tertib berkendara. Apalagi kawasan ini dekat dengan sejumlah kampus yang terus berkembang jumlah mahasiswanya,'' ungkapnya. (J14-56)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA