| Senin, 28 Mei 2007 | SEMARANG |
Jembatan Kedungjangan Terancam Ambrol
SEMARANG- Sejak sekitar tiga bulan lalu, sayap pondasi Jembatan Kedungjangan di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen longsor. Kendati demikian, hingga kemarin belum terlihat tanda-tanda perbaikan. Jika tidak segera ditangani, jembatan yang berada di ruas jalan alternatif Ungaran - Semarang itu akan ambrol, dan memutus jalur transportasi warga. Pantauan Suara Merdeka di lapangan, Minggu (27/5), menunjukkan kondisi jembatan terlihat memprihatinkan. Dua sayap talutnya telah ambrol. Sebuah pecahan besar teronggok sekitar 10 meter dari tempat semula. Sementara retakan terlihat pada talut penyangga di sebelah utara. Ambrolnya talut membuat lubang besar menganga. Menurut Sukarno (48), warga sekitar, ambrolnya talut jembatan itu akibat gerusan arus sungai Kedungjangan yang deras saat musim hujan. Sedikit demi sedikit, talut bronjong maupun fondasi batu semen di sebelah timur runtuh. Belum Lapor Warga, kata Sukarno, belum melaporkan ambrolnya talut itu secara resmi kepada pihak terakit. Dia berharap, kerusakan jembatan itu segera diperbaiki. ''Kalau tiba-tiba ambrol saat ada kendaraan melintas di atasnya akan fatal. Mumpung sekarang masih bisa diperbaiki, segera saja,'' katanya. Jalur tersebut cukup ramai, terutama pada pagi dan sore hari. Warga dari kawasan Polaman dan Ungaran bagian barat yang hendak menuju Semarang melewatinya untuk mempersingkat jarak. Selain itu ada pula kendaraan berat, terutama truk dump yang mengangkut material batu pasir. Mantan Lurah Purwosari, Arief Sugianto, mengaku telah melaporkan kondisi jembatan itu kepada DPU Kota, dua bulan lalu. Laporan itu direspon dengan kedatangan petugas yang melakukan peninjauan lapangan. Namun sampai dia pindah tugas dari Purwosari, belum juga langkah-langkah penanganan. Sementara sampai berita ini diturunkan pukul 15.00 WIB kemarin, Kasi Jalan dan Jembatan DPU Ir Iswar Aminnudin belum bisa dimintai konfirmasi. (H6-18) |