| Senin, 28 Mei 2007 | SEMARANG |
PKL Nekat Berjualan
SEMARANG- Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang dikoordinasi Gerakan Elemen Masyarakat Semarang (Gemas) nekat kembali berjualan di median Jalan Kartini, Minggu (27/5). Aksi yang mereka namakan ''Gelar Keluh'' itu, untuk meminta perhatian Pemkot soal kejelasan nasib mereka berjualan di kawasan itu. Korlap Gemas, Achan (50) menyatakan, selama tiga belas hari paska penertiban PKL oleh petugas Satpol PP, ratusan PKL tidak memiliki tempat berjualan. ''Sudah tiga belas hari ini kami hidup dari hutang. Pinginnya kembali berjualan di sini (Jl Kartini-Red), tapi puluhan Satpol setiap hari berjaga-jaga di tempat ini. Kami tidak tahu harus berjualan ke mana,'' kata dia. Aksi yang dimulai pukul 11.00 dan diikuti sekitar 50 PKL itu, hampir terjadi ricuh dengan petugas Satpol PP. Pedagang yang kebanyakan penjual burung, pakan burung, serta makanan itu, nekat menggelar dagangannya di median jalan. Dua pleton petugas Satpol PP dan 30 anggota Dalmas Polres Semarang Timur yang menjaga kawasan itu sempat bersitegang dengan PKL yang berusaha mempertahankan barang dagangannya. Bahkan aksi itu menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di sepanjang Jalan Kartini. Inul (35) salah seorang PKL berteriak-teriak menantang petugas untuk menggusur dagangannya. ''Angkut saja, Pak. Beraninya sama rakyat kecil. Sudah tiga belas hari ini kami tidak makan. Bapak (petugas Satpol-Red) berjaga disini dibayar Rp 25 ribu per hari. Sedangkan kami bagaimana?,'' kata dia. Inul menyatakan akan menerima penertiban PKL di kawasan itu jika Pemkot menyediakan lokasi sesuai keinginan pedagang. Kasi Operasional Trantib Satpol PP Sumarjo SH menyatakan, hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya mencegah PKL kembali berjualan. ''Dengan dikerumuni petugas Satpol PP seperti itu, otomatis dagangan mereka tidak laku, sehingga mereka akan pergi sendiri. Kami disini hanya menjalankan tugas,'' kata dia. Aksi bersitegang itu berakhir pada pukul 15:30. Pihak PKL yang diwakili anggota Gemas dan petugas Satpol PP sepakat menarik masing-masing anggotanya. Ketua Gemas, Adhi Siswanto mengatakan, Pemkot harusnya menyediakan tempat relokasi bagi PKL di median Jalan Kartini. ''Penertiban yang dilakukan tanpa menyediakan lokasi pengganti adalah tindakan tidak manusiawi. Aksi yang kami gelar ini juga menyampaikan keluhan kami dengan harapan Pemkot memberikan solusi,'' kata dia. (apr-56) |